Potret tumbuhan liana di hutan (commons.wikimedia.org/L. Shyamal)
Ketika hampir semua pohon buah berhenti berproduksi, keajaiban datang dari tumbuhan merambat atau liana. Studi selama 18 tahun di Stasiun Penelitian Tuanan mengungkap bahwa liana jenis Bowringia callicarpa menjadi penyelamat utama populasi orangutan Kalimantan. Tumbuhan ini melimpah sepanjang tahun, sehingga saat buah-buahan langka, daun bersama pucuknya jadi makanan pengganti yang krusial. Walaupun kandungan protein dan energinya tinggi, komposisi zat gizinya tidak seimbang (rasio energi-nonprotein terhadap protein terlalu rendah), makanya cuma cocok dikonsumsi sebagai makanan darurat, bukan menu utama.
Dari kulit pohon hingga tumbuhan merambat, setiap makanan menunjukkan kemampuan adaptasi orangutan di alam liar. Karena itu, menjaga hutan selalu lestari berarti memastikan sumber makanan dan masa depan orangutan tetap terjamin.
Referensi:
Widayati, K. A., & Rianti, P. (2023). Activity budget and diet in sumatran orangutan (Pongo abelii) at Soraya Research Station, Aceh. HAYATI Journal of Biosciences, 30(4), 653-661.
Akhtariana, R. Aktivitas Makan dan Preferensi Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson, 1827) di Resort Bukit Lawang, Taman Nasional Gunung Leuser.
Harrison, M. E., & Marshall, A. J. (2011). Strategies for the use of fallback foods in apes. International journal of primatology, 32(3), 531-565.
Mahaney, W. C., Hancock, R. G., Aufreiter, S., Milner, M. W., & Voros, J. (2016). Bornean orangutan geophagy: analysis of ingested and control soils. Environmental geochemistry and health, 38(1), 51-64.
Aguado, W. D., Zulfa, A., Bransford, T. D., Makur, K. P., van Noordwijk, M. A., Utami Atmoko, S. S., & Vogel, E. R. (2025). Nutritional importance of a liana species for a population of Bornean orangutans. American Journal of Biological Anthropology, 186(4), e70042.