4 Penyebab Anjing Muntah, Jangan Disepelekan!

- Anjing muntah karena makan terlalu cepat dan terlalu banyak, serta konsumsi makanan dalam jumlah berlebihan yang memberikan tekanan pada sistem pencernaan.
- Anjing juga bisa muntah karena mengonsumsi makanan atau benda yang tidak semestinya, seperti bawang, coklat, atau makanan berlemak yang bisa menjadi racun bagi mereka.
- Alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu, serta masalah pada sistem pencernaan atau infeksi bakteri, virus, atau parasit juga dapat menjadi penyebab serius dari muntah pada anjing.
Muntah pada anjing sering kali membuat pemilik panik karena bisa terjadi tiba-tiba dan tampak menghawatirkan. Kondisi ini sebetulnya merupakan respon alami tubuh anjing untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap berbahaya atau bahkan mengganggu sistem pencernaannya.
Pengetahuan yang memadai tentu akan membantu pemilik untuk membedakan mana muntah yang masih normal dan mana yang memerlukan perhatian medis dengan segera. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa penyebab berikut ini mengapa anjing bisa muntah, sehingga pemiliknya bisa segera memberikan penanganan yang tepat.
1. Makan terlalu cepat dan terlalu banyak

Anjing yang makan dengan tergesa-gesa biasanya akan cenderung menelan udara dalam jumlah besar, sehingga memicu ketidaknyamanan pada bagian perutnya. Kondisi ini menyebabkan makanan belum sempat dicerna dengan baik, sehingga tubuh pun jadi berusaha mengeluarkannya kembali melalui muntah.
Konsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan dapat memberikan tekanan tersendiri pada sistem pencernaan anjing yang sebetulnya memiliki kapasitas terbatas. Perut yang terlalu penuh juga dapat memicu adanya refleks muntah untuk mencegah gangguan pencernaan yang lebih berat.
2. Mengonsumsi makanan atau benda yang tidak semestinya

Anjing kerap penasaran dan sering mencoba memakan sampah benda kecil atau makanan manusia yang sebetulnya tidak aman untuk mereka. Pada saat benda tersebut tidak bisa diproses oleh sistem pencernaannya, maka tubuh mereka akan secara otomatis memicu muntah untuk mengeluarkannya.
Beberapa jenis makanan manusia, seperti bawang, coklat, atau makanan berlemak bisa menjadi racun bagi anjing, sehingga tubuh pun akan memicu reaksi cepat berupa muntah. Hal ini merupakan mekanisme perlindungan tubuh untuk mencegah potensi keracunan lebih lanjut.
3. Alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu

Sebagian anjing memiliki alergi terhadap bahan tertentu, seperti susu, ayam, gandum, atau produk tertentu yang terdapat di dalam pakan komersial. Pada saat alergen masuk ke dalam tubuh anjing, maka sistem kekebalan tubuhnya akan memberikan respon berlebihan yang salah satunya bisa berupa muntah.
Sensitivitas yang ada bisa berkembang seiring dengan usia anjing, sehingga pemilik pun harus memperhatikan perubahan pada pola makan dan reaksi tubuhnya. Jika muntah terjadi secara berulang setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka kemungkinan besar memang ada intoleransi yang perlu segera diidentifikasi.
4. Masalah pada sistem pencernaan atau infeksi

Infeksi bakteri, virus, atau parasit kerap menjadi penyebab muntah yang serius pada anjing. Kondisi seperti radang usus, gastritis, atau penyakit organ seperti pankreas bisa memicu gangguan pada pencernaan, sehingga tubuh bereaksi dengan muntah.
Pada kasus seperti ini, muntah biasanya disertai gejala lain, seperti lesu, diare, penolakan makan, atau bahkan perubahan perilaku. Situasi ini jelas memerlukan penanganan cepat karena bisa membahayakan kesehatan anjing jika tidak segera ditangani.
Muntah pada anjing memang bisa diakibatkan oleh hal-hal sederhana, namun juga bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius. Dengan mengenali penyebabnya, maka pemilik bisa mengambil tindakan yang tepat untuk membantu anjing tetap merasa nyaman dan sehat. Jika muntah terjadi berulang kali atau disertai gejala lain, maka segera konsultasikan ke dokter hewan.



















