7 Ras Kucing dengan Umur Pendek, Punya Risiko Masalah Kesehatan

Kucing dipilih banyak orang sebagai hewan peliharaan. Namun, sebelum memelihara kucing, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Salah satunya adalah umur hidup kucing.
Beberapa ras memiliki berbagai risiko terkena masalah kesehatan yang menyebabkan kucing berumur pendek. Perlu diketahui, umur hidup kucing juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan kucing. Ras apa saja yang memiliki masa hidup paling pendek? Langsung kita simak saja 7 kucing dengan umur pendek, yuk!
1. Kucing bulu pendek punya mata besar dan wajah datar yang khas. Sayang, ras ini rentan terhadap masalah kesehatan. Masa hidupnya yakni 8â11 tahun

kucing bulu pendek eksotis (pixabay.com/Gundula Vogel) 2. Bulunya yang berkilau keperakan jadi ciri khas ras kucing burmilla. Kucing ini rentan terkena alergi dan penyakit ginjal, rentang hidupnya 7â12 tahun

burmilla (pexels.com/ĐĐœŃĐŸĐœ ĐĐ»ĐŸĐ±ĐžĐœ) 3. Rata-rata usia maine coone 12,5 tahun. Namun, usia harapan hidupnya berkisar 9â13 tahun. Ras ini rentan penyakit obesitas, tulang, hingga ginjal

maine coon (pexels.com/Lesli Whitecotton) 4. Ras scottish fold kerap terkena penyakit osteochondrodysplasia pada tulangnya. Kucing-kucing ini biasanya memiliki rentang hidup 12â14 tahun

scottish fold (pixabay.com/Toshiharu Watanabe) 5. Kucing himalaya adalah hasil persilangan ras Persia dan Siam. Kucing ini memiliki masalah perkembangbiakan. Rentang hidupnya 9â15 tahun

himalayan (unsplash.com/Omar Al-Ghosson) 6. Kucing Sphynx memiliki risiko penyakit jantung yang tinggi dan lebih buruk dari pada kucing jantan. Kucing ini dapat hidup dalam kisaran waktu 9â15 tahun

sphynx (pexels.com/Pet foto) 7. Masalah kesehatan yang mengancam ragdoll yakni obesitas, jantung, hingga ginjal. Dengan perawatan tepat dan pemeriksaan rutin usianya dapat mencapai 9â15 tahun

ragdoll (pexels.com/Tranmautritam) Meski berumur pendek, dengan berbagai perawatan yang tepat, setidaknya kita dapat menghindarkan ras-ras kucing umur pendek di atas dari risiko penyakit. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke dokter hewan secara rutin, agar kesehatan para kucing terkontrol.





















