Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Membahas Tuntas Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)

Membahas Tuntas Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
Belajar matematika di kelas (pexels.com/Max Fischer)
Share Article

Salah satu hal yang dipelajari dalam materi aljabar adalah bentuk-bentuk persamaan. Persamaan linear satu variabel menjadi hal dasar ketika ingin menguasai materi tersebut. Kali ini, kiat akan mempelajari hal-hal esensial dari persamaan linear satu variabel agar bisa mengoperasikannya dalam menyelesaikan soal-soal.

  1. 1. Persamaan linear satu variabel

    ilustrasi aljabar (pixabay.com/geralt)
    ilustrasi aljabar (pixabay.com/geralt)

    Persamaan adalah suatu kalimat terbuka di mana belum terbukti kebenarannya, yang memuat hubungan sama dengan (=). Menurut Bob Foster dan Joko Sutrisno (2019) dalam buku Taktis Belajar Matematika untuk SMP/MTs, persamaan linear satu variabel adalah bentuk persamaan yang terdiri satu variabel dengan pangkat tertinggi satu. 

    Misalnya:

    3x + 6 = 4

    Persamaan di atas merupakan kalimat terbuka yang memuat hubungan sama dengan (=) dan variabelnya berpangkat satu. Sehingga, kalimat terbuka yang dimisalkan itu merupakan persamaan linear satu variabel (PLSV).

    Secara matematis persamaan linear satu variebel dapat ditulisan sebagai: 

    Ax + B = 0 

    Dengan 

    A = Koefisien 

    x = Variabel 

    B = Konstanta

  2. 2. Bentuk ekuivalen persamaan linear satu variabel

    ilustrasi soal aljabar (pexel.com/cottonbro studio)
    ilustrasi soal aljabar (pexel.com/cottonbro studio)

    Suatu persamaan dikatakan ekuivalen apabila persamaan tersebut memiliki himpunan penyelesaian (akar) yang sama, saat dilakukan operasi penghitungan tertentu. Dua persamaan yang ekuivalen dihubungkan dengan simbol "⇔". 

    Contoh: 

    4x + 4 = 7 ekuivalen dengan 4y - 3 = 0 

    Karena himpunan penyelesaiannya sama  yaitu (4), maka persamaan tersebut dapat menggunakan simbok ekuivalen. Sehingga dapat ditulis bahwa 4x + 4 = 7 ⇔ 4y - 3 = 0.  

  3. 3. Sifat-sifat persamaan

    ilustrasi menjabarkan rumus matematika (flickr.com/Marco Verch Professional Photographer)
    ilustrasi menjabarkan rumus matematika (flickr.com/Marco Verch Professional Photographer)

    Terdapat empat sifat persamaan secara umum, yang terdiri dari:

    • Sifat penambahan: Kedua ruas suatu persamaan dapat dijumlahkan dengan bilangan yang sama untuk mendapatkan persamaan yang ekuivalen.
    • Sifat pengurangan: Kedua ruas suatu persamaan boleh dikurangi dengan bilangan yang sama untuk mendapatkan persamaan yang ekuivalen.
    • Sifat perkalian: Kedua ruas suatu persamaan boleh dikalikan dengan bilangan yang sama untuk mendapatkan persamaan yang ekuivalen.
    • Sifat pembagian: Kedua ruas suatu persamaan boleh dibagi dengan bilangan yang sama untuk mendapatkan persamaan yang ekuivalen. 

    Catatan: dalam menyelesaikan persamaan, jika angka atau variabel pindah ruas tanda →   harus berubah. 

    Positif menjadi negatif: (+) →  (− )

    Negatif menjadi positif: (−) →  (+)

  4. 4. Mengubah kalimat cerita menjadi persamaan linear satu variabel

    Ilustrasi rumus matematika (Pexels.com/Nothing Ahead)
    Ilustrasi rumus matematika (Pexels.com/Nothing Ahead)

    Tak jarang kita menemukan soal matematika berdasarkan kejadian sehari-sehari yang berbentuk cerita. Agar bisa mengerjakannya, kita bisa mengubah soal cerita itu menjadi model persamaan linear satu variabel, dengan memperhatikan aturan berikut ini: 

    • Jumlah x dan y ditulis x + y
    • Selisih u dan w ditulis u − w
    • Kuadrat x ditulis x²
    • Jumlah kuadrat x dan y ditulis x² + y²
    • Selisih kuadarat x dan y ditulis x² − y²
    • Kuadrat jumlah x dan y ditulis (x + y)²
    • Kuadrat selisih x dan y ditulis (x − y)²
    • Kebalikan dari w ditulis 1/w 
    • Kebalikan jumlah u dan w ditulis 1/u + w
    • Hasil bagi x dan y ditulis x/y
  5. 5. Langkah dasar penyelesaian persamaan linear satu variabel

    ilustrasi mengerjakan soal matematika (unsplash.com/ThisisEngineering RAEng)
    ilustrasi mengerjakan soal matematika (unsplash.com/ThisisEngineering RAEng)

    Merujuk Buku Ajar Matematika Sekolah SMP karangan Jero Budi D. dan Agusmanto J. B. H. (2018), ada tahap langkah penyelesaian untuk persamaan linear satu variabel: 

    • Lakukan manipulasi aljabar untuk memastikan ruas kiri hanya memuat variabel. 
    • Buat manipulasi aljabar guna memastikan ruas kanan hanya berisi konstanta. 
    • Lakukan penghitungan untuk memastikan hubungan sama dengan (=). 
    • Konstanta di ruas kanan sebagai hasil dari langkah ketiga adalah solusi yang diminta. 

    Contoh 1:

    Hitunglah himpunan penyelesaian dari 5t + 4 = 2t + 16 !

    Penyelesaian:

    5t + 4 = 2t + 16

    5t + 4 − 4 = 2t + 16 − 4 (kedua ruas dikurang 4) 

    5t + 0 = 2t + 12

    5t − 2t = 2t + 12 − 2t (kedua ruas dikurang 2t)

    5t − 2t = 2t  − 2t + 12 (sifat komunikatif penjumlahan)

    3t = 0 + 12 

    3t/3 = 12/3 (kedua ruas dibagi 3)

    t = 4

    Jadi, himpunan penyelesaian dari 5t + 4 = 2t + 16 adalah 4. 

    Contoh 2: 

    Jumlah tiga bilangan ganjil berurutan adalah 45. Jumlah dari bilangan terbesar dan terkecil adalah? 

    Penyelesaian: 

    Misal bilangan ganjil pertama: a (terkecil)

    maka bilangan ganjil kedua: a + 2

    dan bilangan ganjil ketiga: a + 4 (terbesar)

    a + a + 2 + a + 4 = 45

    3a + 6 = 45

    3a = 45 − 6

    3a = 39

    a = 13 (bilangan terkecil)

    Bilangan terbesar adalah: a + 4 = 13 + 4 = 17

    Jumlah bilangan terkecil dan terbesar adalah 13 + 17 = 30 

  6. 6. Penyelesaian linear satu variabel berbentuk pecahan

    Ilustrasi penyelesaian PLSV pecahan (IDN Times/Dian Rahma)
    Ilustrasi penyelesaian PLSV pecahan (IDN Times/Dian Rahma)

    Menyelesaikan suatu persamaan linear satu variabel dalam bentuk pecahan dilakukan dengan mengalikan persamaan tersebut dengan KPK dari penyebutnya, atau melalui perkalian silang. 

    Contoh: 

    Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan (3x + 1)/14 − (1− 2x)/2 = 2

    KPK dari penyebut 14 dan 2 adalah 14, jadi kedua ruas persamaan dikalikan dengan 14. Lalu lakukan operasi seperti yang diilustrasikan. Dengan demikian nilai persamaan tersebut diperoleh x = 2. 

    Persamaan linear satu variabel (PLSV) adalah bentuk persamaan paling sederhana yang hanya memiliki satu variabel di dalamnya. Dengan mempelajari sifat dan aturan dasar PLSV, diharapkan bisa membantu mengoperasikan penyelesaian soal-soal.

    Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More