5 Jenis Pendingin di HP, Ada yang Pakai Kipas untuk Atur Suhu

- Sistem pendingin di HP penting untuk mencegah overheat, terutama saat gaming atau aktivitas berat seperti rendering video beresolusi tinggi.
- Lima jenis pendingin utama mencakup vapor chamber, graphite sheets, Thermal Interface Materials, fan cooling, dan liquid cooling dengan mekanisme berbeda.
- Perkembangan teknologi pendingin mengikuti peningkatan performa HP agar suhu tetap stabil tanpa mengorbankan kinerja perangkat.
HP atau smartphone merupakan barang elektronik yang dialiri listrik dan memiliki baterai. Saat HP digunakan listrik akan mengalir dan daya baterai terkuras. Hal tersebut menimbulkan panas dan jika tidak terkontrol akan terjadi overheat (panas berlebih). Untuk itu, kehadiran cooling system atau sistem pendingin menjadi hal yang penting.
Sistem pendingin di HP akan sangat berguna di beberapa kegiatan khusus, salah satunya adalah gaming atau ketika kamu melakukan aktivitas berat. Sudah tahukah kamu tentang apa saja jenis pendingin yang ada di HP dan bagaimana cara kerjanya? Ulik di artikel ini, yuk!
1. Vapor chamber digunakan di banyak perangkat

Vapor chamber jadi sistem pendingin yang populer digunakan di berbagai HP modern, entah itu OnePlus, Samsung, Xiaomi, hingga POCO. Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi dan penyebaran panas yang baik tanpa memakan banyak tempat. Dilansir Tonecooling, vapor chamber adalah komponen atau plat datar yang mampu mendistribusikan panas di HP.
Pendistribusian tersebut memanfaatkan teknologi trough phase. Cara kerja vapor chamber terbilang sederhana. Saat sistem mendeteksi panas, vapor chamber akan mendistribusikan panas tersebut ke segala arah dengan merata. Jadi, panas tak akan terpusat di satu titik dan suhu HP bisa terkontrol. Semakin luas vapor chamber maka pendinginan di HP akan makin optimal.
2. Graphite sheets merupakan sistem pendingin kuno

Jika dibandingkan dengan vapor chamber, graphite sheets atau lembaran grafit merupakan sistem pendingin yang lebih kuno. Pengaplikasiannya sudah digunakan sejak lama seperti di iPhone 12, Samsung Galaxy Note, OPPO Find X3 Pro, hingga HUAWEI Mate 40. Dilansir Heating Faith, graphite sheets adalah lembaran grafit tipis yang ditempatkan di processor atau baterai. Lembaran tersebut bisa menyerap dan menghantarkan panas yang dihasilkan oleh dua komponen tersebut. Graphite sheets sangat tipis dan kecil sehingga efisien serta tidak memakan banyak tempat.
3. Thermal Interface Materials hadir dalam berbagai bentuk

Thermal Interface Materials (TIM) merupakan sebuah material yang digunakan untuk mengatur panas di perangkat elektronik. Laman COSTAR menerangkan kalau TIM hadir dalam berbagai bentuk, seperti thermal greases, thermal pads, Phase Change Materials, hingga graphene and Metal-Based TIM. TIM menjadi sistem pendingin yang optimal dan memberikan banyak keuntungan bagi perangkat. Beberapa keuntungannya adalah bisa meningkatkan performa dengan signifikan, mampu diproduksi dengan teknologi modern, dan menjadi pilihan sistem pendingin yang ramah lingkungan.
4. Fan cooling menggunakan mekanisme kipas

Seperti namanya, fan cooling adalah sistem pendingin yang memanfaatkan kipas untuk mendinginkan suhu. Sistem ini cukup revolusioner, tapi masih jarang digunakan. OPPO K13 Turbo Pro dan nubia REDMAGIC merupakan beberapa HP yang menggunakannya. Menariknya, fan cooling hanyalah sistem pendingin pendukung. Agar performa dan penurunan suhu makin optimal, HP akan menggabungkannya dengan sistem pendingin lain seperti vapor chamber dan liquid metal. Perpaduan tersebut memberikan kinerja thermal optimal dan mampu meningkatkan performa dengan signifikan.
5. Liquid cooling pertama kali dikenalkan oleh OnePlus

Liquid cooling menjadi terobosan baru di industri smartphone karena menggunakan cairan untuk menurukan suhu. Pada 2023, OnePlus menjadi yang pertama menggunakan sistem ini. Dilansir PCMag, OnePlus memamerkan HP konsep OnePlus 11 yang menggunakan liquid cooling bernama Active CryoFlux. Sayangnya, perangkat tersebut tak pernah dirilis secara komersil. Barulah pada 2025 REDMAGIC 11 Pro merealisasikannya. Perangkat tersebut merupakan smartphone komersil pertama di dunia dengan sistem pendingin liquid cooling yang diberi nama AquaCore Cooling System.
Penggunaan sistem pendingin di HP sangat bergantung pada kebutuhan, desain, dan fokus dari perangkat itu sendiri. Perkembangan sistem pendingin juga terjadi dampak terus meningkatnya performa HP. Tanpa sistem pendingin performa HP bisa tetap tinggi. Namun, performa tinggi yang tidak diimbangi dengan kontrol suhu pada akhirnya hanya akan merusak perangkat lebih cepat.


















