Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Highguard dan 4 Game Lain yang Langsung Mati Tak Lama Setelah Rilis

Highguard dan 4 Game Lain yang Langsung Mati Tak Lama Setelah Rilis
Highguard (dok. Wildlight Entertainment)
Intinya Sih
  • Highguard ditutup hanya 45 hari setelah rilis akibat respon negatif dan penurunan drastis jumlah pemain sejak diumumkan di The Game Awards 2025.
  • Beberapa game lain seperti MultiVersus, Star Wars: Hunters, Crucible, dan Concord juga mengalami nasib serupa karena masalah teknis, strategi perilisan, hingga persaingan pasar yang ketat.
  • Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya game live-service bisa gagal bila tidak mampu mempertahankan minat pemain dan menghadapi ekspektasi tinggi industri modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Highguard tak pernah benar-benar pulih dari respon negatif yang diterimanya sejak diumumkan di The Game Awards 2025. Kini, kurang dari dua bulan setelah dirilis, server game garapan Wildlight Entertainment ini resmi akan ditutup. Keputusan tersebut terbilang sangat cepat meski bukan yang pertama kali terjadi di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya ada cukup banyak game yang bernasib sama seperti Highguard yaitu langsung mati tak lama setelah diluncurkan. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Highguard

Kehancuran Highguard bermula dari momen yang seharusnya menjadi momen penuh antisipasi yaitu mengisi slot penutup di The Game Awards 2025. Slot tersebut umumnya selalu diisi oleh pengumuman besar yang paling ditunggu-tunggu, namun alih-alih memberikan kejutan epik, yang muncul malah Highguard, sebuah game live-service dengan format shooter 3v3 yang langsung disambut dingin oleh para pemain. Tanggapan negatif itu semakin memperburuk posisi game ini dan meski sempat mendapat lonjakan pemain di awal perilisannya karena rasa penasaran pemain, angkanya anjlok drastis setelah para pemain merasa kecewa. Tanpa pemain yang cukup, Highguard akhirnya terpaksa menutup servernya hanya 45 hari setelah dirilis.

2. MultiVersus

MultiVersus punya perjalanan yang cukup menyedihkan. Game fighting ini pertama kali diluncurkan sebagai Open Beta di 2022, lalu sempat ditutup setahun kemudian sebelum akhirnya diluncurkan ulang pada Mei 2024 dengan game engine baru yaitu Unreal Engine 5 dan model free-to-play. Sayangnya, alih-alih hadir sebagai versi yang lebih baik, versi anyarnya justru jauh lebih buruk dari versi Open Beta-nya. Game ini penuh bug, lemot, sistem progress-nya melelahkan dan item-item berbayar didalamnya sebanding harganya. Pemain pun semakin berkurang hingga akhirnya game ini tidak lagi bisa dipertahankan dan servernya resmi ditutup sekitar setahun setelahnya.

3. Star Wars: Hunters

Star Wars: Hunters menjadi bukti nyata bahwa tidak semua game online tutup karena kualitasnya buruk. Game arena PvP bertema Star Wars ini diluncurkan pada Juni 2024 di iOS, Android, dan Nintendo Switch, lalu menutup server-nya pada Oktober 2025. Game ini sebenarnya cukup dinikmati oleh para pemainnya, tapi masalah utamanya terletak pada strategi perilisan yang kurang tepat. Merilis game kompetitif semacam ini secara eksklusif di platform mobile dan Switch membuat banyak pemain lebih memilih menunggu versi PC yang tak kunjung datang. Jumlah pemain yang stagnan membuat game ini sulit menghasilkan profit hingga akhirnya Zynga terpaksa mematikannya.

4. Crucible

Crucible, game shooter free-to-play buatan Amazon Games sempat menjadi sorotan ketika diluncurkan pada 2020. Sayangnya, antusiasme itu tak bertahan lama. Game ini punya masalah yang sebenarnya sepele yaitu tidak ada fitur chat suara maupun teks. Padahal game ini merupakan game berbasis tim sehingga komunikasi antar pemain sangatlah penting. Amazon Games sempat mencoba menyelamatkan game ini dengan menariknya ke status Beta sebulan setelah dirilis dengan harapan bisa memperbaiki segalanya sebelum diluncurkan ulang. Sayangnya, rencana itu tidak pernah terwujud. Pada November 2020, server Crucible resmi dimatikan untuk selamanya.

5. Concord

Kegagalan Concord mungkin menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah industri game modern. Game ini mencoba masuk ke pasar hero shooter yang sudah sangat padat dengan banderol harga yang tidak murah, disaat kompetitornya kebanyakan bisa dimainkan secara gratis. Banyak yang menganggapnya sekadar tiruan Overwatch dan perbandingan itu semakin terasa menyakitkan ketika Marvel Rivals yang rilis beberapa bulan setelahnya, malah berhasil membangun basis pemain yang solid meski awalnya mendapat kritik serupa. Ironisnya lagi, sebagian besar pemain baru mendengar nama Concord setelah server-nya resmi ditutup, hanya dua minggu setelah dirilis.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game yang langsung dimatikan tak lama setelah dirilis. Pernah menjajal game-game di atas ketika server-nya masih hidup?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More