Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahas Migas, Bahlil Singgung Ketegangan di Asia Tenggara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Bahlil Lahadalia mengingatkan persoalan minyak dapat memicu ketegangan di berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara, dengan dampak sistemik dan terstruktur.

  • Pelaku usaha sektor migas diminta memperkuat kolaborasi dan mempercepat proyek yang telah direncanakan, terutama konsesi dengan persetujuan POD.

  • Konsesi yang belum dikembangkan diminta segera direalisasikan atau dikembalikan kepada negara untuk ditawarkan kepada pengelola lain, termasuk Pertamina.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (28/10/2026)

Bahlil Lahadalia menyampaikan peringatan mengenai potensi ketegangan akibat persoalan minyak dalam Forum Ekonomi Hulu Migas di Jakarta. Ia juga meminta percepatan pelaksanaan proyek migas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    Bahlil Lahadalia mengingatkan potensi ketegangan akibat persoalan minyak dan meminta percepatan pelaksanaan proyek migas.
  • Siapa?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pelaku usaha sektor migas, pengelola konsesi migas, dan Pertamina.
  • Di mana?
    Dalam Forum Ekonomi Hulu Migas di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta.
  • Kapan?
    Rabu (28/10/2026).
  • Mengapa?
    Bahlil menilai persoalan minyak dapat menimbulkan dampak sistemik, masif, dan terstruktur, sementara harga minyak dunia sedang naik dan kebutuhan pasar global masih tinggi.
  • Bagaimana?
    Melalui penguatan kolaborasi, percepatan eksekusi proyek, serta pengembalian konsesi kepada negara jika pemegangnya tidak mampu menjalankan pengembangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, bilang masalah minyak bisa membuat banyak daerah tegang, termasuk Asia Tenggara. Ia meminta orang-orang di usaha migas bekerja sama dan cepat menjalankan proyek. Konsesi yang sudah siap harus segera dikerjakan. Kalau tidak mampu, konsesi itu diminta dikembalikan kepada negara untuk ditawarkan kepada pihak lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi dan percepatan pelaksanaan proyek migas yang sudah direncanakan. Langkah ini memberi perhatian pada konsesi yang telah siap dikembangkan, sekaligus membuka kemungkinan pengelolaan oleh pihak lain, termasuk Pertamina, ketika pemegang konsesi tidak mampu menjalankannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan potensi ketegangan di berbagai wilayah akibat persoalan minyak. Dia menyinggung situasi di Asia Tenggara yang belakangan ikut memanas dan menilai dampaknya bisa meluas.

Menurutnya, persoalan tersebut dapat menimbulkan dampak sistemik, masif, dan terstruktur. Karena itu, dia meminta semua pihak memperhatikan perkembangan situasi yang terjadi.

"Hati-hati, gara-gara minyak ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana. Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ini bisa bahaya berdampak sistemik, masif dan terstruktur ini," katanya dalam Forum Ekonomi (Forek) Hulu Migas di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

1. Bahlil minta semua pihak segera bergerak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil meminta para pelaku usaha di sektor migas memperkuat kerja sama dan mempercepat pelaksanaan proyek. Dia menegaskan permintaan tersebut bukan ancaman, melainkan dorongan agar pekerjaan yang sudah direncanakan segera dijalankan.

Dia juga meminta jajaran terkait, termasuk pengelola konsesi migas, tidak berlama-lama dalam mengambil langkah. Menurutnya, percepatan eksekusi diperlukan di tengah kondisi saat ini.

"Jadi ini kita betul-betul harus apa ya, melakukan kolaborasi yang baik. Dan saya tidak bermaksud untuk mengancam, saya orang Papua enggak pernah mengancam-ancam, enggak. Saya menganjurkan saja. Tapi cepat membuat eksekusi," ujar dia.

2. Bahlil desak konsesi migas yang sudah siap segera digarap

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Bahlil secara khusus meminta pemegang konsesi yang telah menyelesaikan eksplorasi dan memperoleh persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) segera menjalankan proyeknya. Dia menilai kondisi saat ini menjadi momentum untuk meningkatkan kegiatan pencarian minyak. Pasalnya, harga minyak dunia sedang naik dan kebutuhan pasar global dinilai masih tinggi.

"Sekarang diperumpamakan antara mencari minyak atau mencari emas. Ini dulu antara emas dan minyak orang kadang-kadang memilih emas. Kalau sekarang ini lebih banyak mencari minyak," paparnya.

3. Bahlil minta konsesi migas yang mangkrak dikembalikan ke negara

Ilustrasi Sumur Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Bahlil meminta pemegang konsesi migas yang telah mengantongi persetujuan POD, tetapi belum menjalankan proyek, segera merealisasikan rencana pengembangannya. Jika tidak sanggup, dia meminta konsesi tersebut dikembalikan kepada negara.

"Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina," tuturnya.

Dia menegaskan, Pertamina juga harus bekerja cepat meski merupakan perusahaan milik negara. Jika diperlukan, Pertamina dapat bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mempercepat pengembangan proyek.

Curated For You

Editorial Team

Related Article