Gubernur Sumut: Bantuan untuk Tapanuli Selatan Sempat Ditolak Empat Kali

- Pemprov sudah siapkan bantuan sejak awal
- Huntara jadi solusi mendesak bagi warga terdampak
Jakarta, IDN Times - Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengakui bantuan untuk wilayah Tapanuli Selatan saat terjadi banjir dan longsor sempat empat kali ditolak oleh pemerintah kabupaten.
Hal itu disampaikan Bobby dalam peresmian hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra di Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).
“Kami mencatat ada empat kali bantuan untuk Tapanuli Selatan ditolak. Ini fakta yang perlu disampaikan ke publik,” ujar Bobby di acara tersebut.
1. Pemprov sudah siapkan bantuan sejak awal

Bobby mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan bantuan sejak awal pascabencana. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Bantuan yang dimaksud meliputi logistik darurat, pembangunan hunian sementara, hingga dukungan teknis penanganan pascabencana yang dinilai sangat dibutuhkan warga terdampak.
2. Huntara jadi solusi mendesak bagi warga terdampak

Peresmian huntara ini merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana banjir dan longsor Sumatra yang mencakup tiga provinsi terdampak. Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas karena kerusakan rumah warga dan infrastruktur yang cukup berat.
Hunian sementara disiapkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur. Pemerintah menargetkan huntara dapat menjadi tempat tinggal layak sementara sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
“Hunian ini menjadi langkah awal agar warga bisa kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan bermartabat,” ujar perwakilan pemerintah pusat.
3. Minta kesampingkan ego sektoral

Gubernur Sumut pun menekankan pentingnya mengesampingkan ego sektoral dalam penanganan bencana. Menurut dia, keselamatan dan kebutuhan warga harus menjadi prioritas utama.
“Yang terpenting hari ini, warga sudah memiliki hunian sementara. Ke depan, koordinasi harus diperbaiki agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif,” ucap dia.


















