Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian investor setelah harapan tercapainya kesepakatan damai memudar. Kondisi ini ikut mendorong harga minyak naik dan membuat Wall Street berakhir lebih rendah pada 11 Agustus 2026. Situasi tersebut menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat cepat memengaruhi pasar keuangan.
Situasi tersebut penting diperhatikan karena minyak, inflasi, suku bunga, dan saham saling berkaitan. Ketika pasokan energi terganggu, perubahan harga minyak dapat merambat ke berbagai bagian ekonomi dan memengaruhi keputusan investor. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan negara yang terlibat konflik, tetapi dapat meluas ke pasar global.
