ilustrasi pekerja di China (pexels.com/Pixabay)
Tekanan perdagangan tersebut akhirnya mendorong UE dan China membuka pembicaraan selama tiga bulan. Kedua pihak sepakat membahas ketidakseimbangan perdagangan dan investasi yang nilainya sekitar €360 miliar atau sekitar Rp7.329 triliun per tahun jika dikonversikan menggunakan kurs Rp20.359 per euro. Pembicaraan tersebut diarahkan untuk membuat hubungan perdagangan kedua pihak menjadi lebih seimbang.
Pembahasan itu mencakup empat bidang utama, yaitu penyeimbangan perdagangan dan investasi, kontrol ekspor termasuk rare earths, hak kekayaan intelektual, serta reformasi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebelumnya, UE juga telah memberlakukan tarif terhadap kendaraan listrik China pada 2024, tapi kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya menghentikan peningkatan impor kendaraan listrik. Karena itu, perkembangan pembicaraan UE-China menjadi penting untuk melihat bagaimana hubungan perdagangan kedua pihak akan memengaruhi industri dan lapangan pekerjaan di Eropa.
Ancaman kehilangan 300 ribu pekerjaan menunjukkan bahwa persaingan industri antara Eropa dan China sudah berkembang jauh melampaui persoalan harga barang di pasar. Masuknya komponen China ke rantai pasok Eropa membuat perusahaan mendapatkan alternatif pemasok yang lebih murah, tapi pada saat bersamaan menambah ketergantungan terhadap industri China. Besarnya defisit perdagangan yang mencapai sekitar Rp20,4 triliun per hari juga memperlihatkan skala persoalan yang sedang dihadapi UE.
Bagi Eropa, tantangan berikutnya adalah mencari keseimbangan antara mendapatkan komponen dengan harga kompetitif dan mempertahankan kemampuan produksi domestik. Sementara itu, hasil pembicaraan UE dan China akan menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu diperhatikan karena kebijakan perdagangan dapat berdampak langsung terhadap industri, investasi, hingga lapangan pekerjaan. Dengan kata lain, persaingan China dan Eropa kini bukan hanya soal siapa yang menjual lebih banyak produk, tapi juga tentang siapa yang menguasai bagian penting dari rantai produksi global.