Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GMF AeroAsia Sulap Pesawat Hercules TNI AU, Tambah Usia 20 Tahun
Pesawat Hercules C-130 A-1319 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang telah dimodernisasi oleh GMF AeroAsia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • GMF AeroAsia menyelesaikan MRO dan modernisasi Hercules C-130 A-1319 TNI AU secara penuh di dalam negeri, dengan izin Lockheed Martin, menandai kemampuan modernisasi mandiri.
  • Proyek perdana modernisasi besar ini memakan 36 bulan, mencakup penggantian center wing-box, sayap, kabel, dan avionik; hasilnya memperpanjang usia pesawat hingga 15–20 tahun.
  • GMF mengantongi delapan proyek MRO pesawat TNI senilai 80 juta dolar AS; bisnis pertahanan ditargetkan menyumbang 10 persen pendapatan tahun ini dan 20 persen dalam lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia telah menyelesaikan proses modernisasi pesawat Hercules C-130 A-1319 milik TNI Angkatan Udara (AU).

Untuk pertama kalinya, modernisasi besar-besaran terhadap pesawat Hercules bisa dilakukan secara keseluruhan oleh insan Tanah Air, dan mengantongi perizinan dari Lockheed Martin Corporation, selaku produsen dari pesawat Hercules.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan proses ini membuktikan Indonesia sudah bisa melakukan modernisasi pesawat Hercules secara mandiri.

“Secara makro strategis, ini adalah satu langkah maju, yang kita lakukan bahwa pemeliharaan pesawat transportasi milik TNI Angkatan Udara. Tidak hanya C-130, tapi juga kepada pesawat transport yang dimiliki oleh TNI AU yang lain, itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri,” kata Sjafrie di Hanggar GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

1. Proses MRO memakan waktu 3 tahun, perpanjang usia pesawat 20 tahun

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyerahkan pesawat Hercules C-130 A-1319 yang telah dimodernisasi GMF AeroAsia kepada TNI Angkatan Udara (AU), Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Pesawat C-130 A-1319 menjadi pesawat prototipe pertama yang menjalani modifikasi di luar fasilitas Lockheed Martin. Setelah penyelesaian pengerjaan, pesawat menjalani uji terbang yang melibatkan pilot dan awak TNI AU.

Sebelumnya, para awak uji tersebut telah menyelesaikan pelatihan Initial Conversion Avionics Flight 2 System di Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi mengatakan, proses modernisasi pesawat tersebut memakan waktu 36 bulan alias tiga tahun.

“Ini agak lama, proyek pertama, ini 36 bulan. Karena semuanya dari nol,” tutur Andi.

Program modernisasi A-1319 mencakup modifikasi yang lebih besar, yaitu Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP) yang bertujuan menjaga integritas struktur pesawat, memperbarui sistem avionik, serta mendukung kesiapan dan keandalan operasional.

“Jadi kita membuat kabel, semuanya kabel kita bikin dulu. Karena semua kabelnya kan diganti nih. Kita remove center wing box-nya, kemudian test flight kita berkali-kali sampai 17 kali satisfied, dari Lockheed oke, baru kita release,” ujar Andi.

Modernisasi besar-besaran itu bisa memperpanjang usia pesawat tersebut hingga 20 tahun.

“Dengan lakukan hal itu, life pesawat ini bisa di-extend 15-20 tahun,” kata Andi.

2. GMF Aero Asia dapat 8 proyek MRO pesawat TNI dari Kemenhan

Pesawat Hercules C-130 A-1319 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang telah dimodernisasi oleh GMF AeroAsia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

A-1319 merupakan pesawat kedua yang telah melalui program modernisasi C-130H oleh GMF, setelah sebelumnya menyelesaikan modernisasi Center Wing Box Replacement (CWBR) pesawat A-1315 yang diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan RI dan TNI AU pada 2023.

Secara keseluruhan, GMF AeroAsia mengantongi delapan proyek perawatan pesawat TNI dari Kemenhan.

“Untuk pesawat berikutnya, prosesnya lebih cepat. Pesawat berikutnya 18 bulan,“ tutur Andi.

3. GMF AeroAsia kantongi 80 juta dolar AS

Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan delapan proyek perawatan pesawat TNI dari Kemenhan tersebut, GMF AeroAsia mengantongi 80 juta dolar AS, atau setara Rp1,43 triliun (kurs Rp17.840 per dolar AS).

Andi mengatakan, proyek perawatan untuk pesawat militer berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan tahun ini sebesar 10 persen. Adapun seluruh perawatan pesawat militer dilakukan oleh divisi SBU Defense GMF AeroAsia yang telah berdiri sejak 2021.

“Tahun ini revenue dari defense itu 10 persen dari total revenue GMF. Target kita 10 persen, 5 tahun ke depan target kita 20 persen,” ucap Andi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article