Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
HOKI Buka Suara soal 4 Beras Fortifikasi yang Disebut Palsu
Beras Cap Topi Koki (topikoki.com)
  • HOKI mengonfirmasi empat produk berasnya masuk dalam pemberitaan terkait beras fortifikasi yang disebut tidak memenuhi ketentuan.
  • Perseroan menerima surat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengenai temuan pada empat produk.
  • HOKI masih mengevaluasi dampak finansial dan operasional sambil melakukan inventarisasi produk serta mengikuti pemeriksaan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (18/9/2026)

Muliati dikutip dari keterbukaan informasi mengenai penghormatan HOKI terhadap hasil pengawasan dan proses tindak lanjut instansi pemerintah.

saat ini

HOKI melakukan inventarisasi produk dan evaluasi atas dampak yang mungkin timbul terhadap kegiatan usaha perseroan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Empat produk beras HOKI menjadi objek pengawasan terkait ketentuan keamanan, mutu, label dan/atau gizi pangan.
  • Who?
    PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), Direktur HOKI Muliati, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, serta instansi pemerintah berwenang.
  • Where?
    Provinsi DKI Jakarta, melalui surat dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.
  • When?
    Jumat (18/9/2026), saat Muliati dikutip dari keterbukaan informasi.
  • Why?
    Surat Dinas DKI memuat temuan terkait ketentuan keamanan, mutu, label dan/atau gizi pangan terhadap empat produk.
  • How?
    HOKI mengikuti pemeriksaan, mengevaluasi dampak, menginventarisasi produk, serta menyatakan akan memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

HOKI punya empat beras yang sedang diperiksa pemerintah. Empat beras itu punya tambahan dua vitamin. HOKI sudah menerima surat dari Dinas DKI Jakarta. Sekarang HOKI menghitung produk yang masih ada di gudang, toko, dan tempat lain. HOKI juga belum tahu dampaknya pada uang dan kegiatan perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kegiatan usaha dan operasional HOKI secara umum masih berjalan seperti biasa hingga tanggal keterbukaan informasi. Perseroan juga menyatakan akan mengikuti pemeriksaan, menindaklanjuti arahan resmi, serta memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan kepada instansi pemerintah. Inventarisasi produk dilakukan di sejumlah jalur penanganan dan pemasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mengonfirmasi empat produk berasnya masuk dalam pemberitaan terkait beras fortifikasi yang disebut tidak memenuhi ketentuan. Keempat produk itu adalah Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, dan HOK-1 Gohan.

Dalam keterbukaan informasi untuk menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur HOKI, Muliati, menjelaskan keempat produk tersebut merupakan beras khusus yang diperkaya dengan dua vitamin dan diproduksi serta dipasarkan oleh perseroan.

HOKI memahami produk-produk tersebut menjadi objek pengawasan instansi pemerintah. Perseroan menyatakan akan mengikuti proses pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

"Perseroan menghormati hasil pengawasan dan proses tindak lanjut yang dilakukan oleh instansi pemerintah yang berwenang dan akan memproses tindak lanjut yang perlu dilakukan sesuai prosedur pemeriksaan yang fair dan mengikuti ketentuan yang berlaku," katanya, dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (18/9/2026).

1. HOKI terima surat dari Dinas DKI

ilustrasi beras fortifikasi (magnific.com/jcomp)

HOKI mengungkapkan telah menerima surat dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. Surat tersebut memuat temuan terkait ketentuan keamanan, mutu, label dan/atau gizi pangan terhadap empat produk tersebut.

Hingga tanggal keterbukaan informasi, kegiatan usaha dan operasional HOKI secara umum masih berjalan seperti biasa. Perseroan tetap menindaklanjuti arahan dan ketentuan dari instansi pemerintah terkait. HOKI juga akan melaksanakan setiap arahan yang disampaikan secara resmi oleh instansi berwenang.

"Perseroan akan menghormati dan melaksanakan setiap arahan atau ketentuan yang secara resmi disampaikan oleh instansi pemerintah yang berwenang serta akan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan material yang perlu disampaikan kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar Muliati.

2. HOKI belum bisa hitung dampak ke pendapatan

ilustrasi seseorang yang menggunakan kalkulator dan buku catatan, merencanakan keuangan, dengan uang tunai dan laptop di atas meja kayu (pexels.com/olia danilevich)

HOKI belum dapat menentukan besaran dampak finansial dan operasional yang mungkin muncul jika penjualan empat produk tersebut dihentikan atau produknya ditarik. Perusahaan masih melakukan evaluasi dan kajian terhadap dampak yang mungkin timbul dari tindak lanjut pengawasan pemerintah.

Pihaknya juga belum dapat memastikan dampaknya terhadap pendapatan dan kegiatan operasional perseroan. Perkembangan terkait hal tersebut akan terus dipantau dan disampaikan jika bersifat material.

"Oleh karena itu, perseroan saat ini masih melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut atas dampak yang mungkin timbul terhadap kegiatan usaha perseroan," ujar Muliati.

3. Inventarisasi produk masih berlangsung

ilustrasi beras (unsplash.com/Rens D)

HOKI saat ini melakukan inventarisasi produk yang masih berada di unit penanganan atau gudang, distributor, agen, retail, serta media pemasaran elektronik milik pihak ketiga.

Perusahaan belum dapat menghitung total potensi biaya atau kewajiban yang mungkin timbul karena proses inventarisasi, penarikan dan koordinasi dengan instansi pemerintah masih berlangsung.

"Apabila berdasarkan perkembangan selanjutnya terdapat kewajiban atau dampak keuangan yang bersifat material, Perseroan akan melakukan pencatatan dan pengakuan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku serta memenuhi ketentuan keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan pasar modal," kata Muliati.

4. HOKI hormati proses pemeriksaan pemerintah

ilustrasi beras (unsplash.com/Deski Jayantoro)

HOKI memahami telah menjadi objek pengawasan instansi pemerintah terkait dalam pengawasan beras fortifikasi dan/atau beras dengan klaim gizi. Pihaknya akan memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Perseroan senantiasa menghormati kewenangan instansi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan serta berkomitmen untuk memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan dalam proses tersebut," ujar Muliati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article