Luhut: Program Makan Bergizi Gratis Sudah Bagus, Tinggal Dipoles

- Luhut menilai program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan baik dan akan semakin optimal dalam setahun ke depan setelah dilakukan penyempurnaan.
- Ia mengakui perencanaan awal MBG belum matang sehingga muncul kendala yang seharusnya bisa diantisipasi sejak tahap persiapan.
- Luhut menekankan pentingnya perencanaan komprehensif agar ide besar Presiden, termasuk MBG, dapat terlaksana efektif dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan telah bertemu dengan tim Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan berbagai masukan dan evaluasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan hasil evaluasi DEN, program MBG dinilai telah berjalan cukup baik. Luhut meyakini implementasi program tersebut akan semakin optimal dalam satu tahun ke depan seiring berbagai penyempurnaan yang dilakukan.
"Berdasarkan pertemuan kita evaluasi satu-satu, dan apa yang sudah dibuat oleh MBG, saya kira sudah bagus sekarang. Tinggal kita poles kiri-kanan, kiri-kanan. Saya kira dalam setahun ke depan akan kelihatan lebih baik,” kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
1. Luhut minta publik tidak buru-buru menilai buruk terhadap progam MBG

Oleh karena itu, ia meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap program tersebut.
“Memang kemarin kita mungkin langsung bikin besar tanpa melakukan piloting yang memadai. Tapi saya berharap sekarang perbaikan-perbaikan terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Luhut, BGN sangat terbuka terhadap berbagai masukan yang diberikan DEN. Hal itu terlihat dari presentasi dan diskusi yang berlangsung dalam pertemuan antara kedua pihak.
“Mereka (BGN) saya lihat sangat welcome,” tutur Luhut
2. Luhut sebut perencanaan dan studi yang dilakukan MBG tidak proper

Ia menilai sejumlah kendala yang muncul saat implementasi MBG merupakan konsekuensi dari perencanaan yang belum sepenuhnya matang. Akibatnya, pemerintah harus menghabiskan waktu untuk menyelesaikan persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak tahap persiapan.
"Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper," ujarnya.
3. Ide besar Presiden belum diikuti dengan perencanaan yang matang

Luhut menegaskan, program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG, membutuhkan perencanaan yang komprehensif agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif di lapangan.
"Masalahnya, ide besar Presiden terkadang belum diikuti dengan perencanaan yang cukup matang. Itu menjadi pelajaran bagi kita semua," ucapnya.
Meski demikian, Luhut meyakini berbagai kendala dalam pelaksanaan MBG dapat diperbaiki secara bertahap sehingga manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.







![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)




![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Doom Spending? Gen Z Biasa Begini](https://image.idntimes.com/post/20260621/upload_d06bbd48d0bf0039e7d214dda11f17d5_79e5d680-169e-4eff-826c-71b5dd0d6a9b.png)





