Meleset Sejak 2008, Pemerintah Klaim Lifting Minyak Tembus Target 2025

- Pemerintah dorong percepatan menuju swasembada energi: Pemerintah menetapkan target lifting minyak tahun 2025 sebesar 605 ribu barel per hari (bph). Perlu percepatan untuk meningkatkan produksi energi nasional agar ketergantungan terhadap impor energi bisa ditekan.
- Bahlil sebut lifting jadi KPI utama dari Presiden: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya pencapaian target lifting migas sebagai KPI yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyatakan target produksi siap jual atau lifting minyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berhasil terlampaui.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menjelaskan materi yang akan dibahas pemerintah dalam agenda retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
"Dari sisi swasembada energi misalnya, target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 juga berhasil terlewati, ya," katanya kepada jurnalis.
Table of Content
1. Pemerintah dorong percepatan menuju swasembada energi

Pemerintah menetapkan target lifting minyak pada 2025 sebesar 605 ribu barel per hari (barrel per day/bph). Kemudian, pemerintah menaikkan target lifting minyak pada 2026 menjadi 610 ribu barel per hari.
Jadi, pemerintah masih perlu melakukan berbagai percepatan untuk meningkatkan produksi energi nasional. Langkah itu diperlukan agar target yang lebih besar ke depan dapat tercapai dan ketergantungan terhadap impor energi bisa ditekan.
"Kita merasa perlu melakukan percepatan-percepatan untuk meningkatkan lagi dengan target dan tujuan kita jelas, kita ingin swasembada energi, begitu," ujarnya.
2. Bahlil sebut lifting jadi KPI utama dari Presiden

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya pencapaian target lifting migas bagi kinerjanya sebagai menteri. Dia bahkan menyebut urusan lifting menjadi hal yang sangat krusial dalam tugas yang diembannya.
Bahlil mengatakan, target lifting merupakan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemenuhan target APBN menjadi fokus utama kementeriannya.
"Mengurus lifting ini, bapak-ibu semua, saya jujur mengatakan, kita ini kalau tidur malam, baca doa tidur malam terakhir baca doa lifting. Karena bagi saya, KPI saya yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah apa yang ditargetkan dalam APBN," katanya, dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Selasa (11/11/2025).
3. Lifting minyak selalu gagal capai target sejak 2008

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), realisasi lifting minyak nasional sejak 2008 hingga 2024 selalu berada di bawah target APBN. Lifting minyak adalah jumlah minyak mentah yang dihasilkan dan siap dijual dalam periode tertentu.
"Insyaallah di dalam tahun 2025 ini, target APBN bisa tercapai, dan ini baru pertama ini, sejak 2008. Ini bukan kacang goreng ya," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (11/8/2025).



















