Jakarta, IDN Times – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ekonomi Indonesia masih tumbuh di kisaran 5 persen. Meski mencatatkan pertumbuhan positif, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal kualitas pekerjaan dan daya beli.
Di tengah besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk berbagai program prioritas, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja yang layak, menjaga konsumsi rumah tangga, dan memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan meningkat menjadi 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026, sebelum melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II-2026.
Angka tersebut menunjukkan ekonomi nasional masih mampu tumbuh di atas 5 persen. Namun, pertumbuhan yang tinggi belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan secara merata. Kualitas pekerjaan, keberlanjutan pendapatan, dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sejumlah aspek yang turut menentukan kualitas pertumbuhan tersebut.
