ilustrasi bendera Korea Selatan (unsplash.com/Chris Boland)
Sektor manufaktur Korsel mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Pada September 2026, jumlah pekerjanya mencapai 4,36 juta orang, naik 16 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengakhiri penurunan tenaga kerja selama 26 bulan berturut-turut.
"Jumlah pekerja di sektor otomotif dan tekstil menurun, tetapi peningkatan di sektor kimia, produk logam fabrikasi, serta peralatan transportasi lainnya mendorong penyerapan tenaga kerja manufaktur kembali tumbuh," ujar Direktur Jenderal Statistik Sosial MODS Bin Hyun Jun sebagaimana dilansir The Korea Herald.
Meskipun begitu, penyerapan tenaga kerja di sektor lain tercatat turut mengalami penurunan. Sektor konstruksi kehilangan 48 ribu pekerja, sedangkan sektor akomodasi dan jasa makanan berkurang 97 ribu pekerja dibandingkan setahun sebelumnya.
Pejabat Kementerian Keuangan dan Ekonomi Korsel juga memperingatkan bahwa ketegangan yang kembali muncul di Timur Tengah dapat menimbulkan risiko terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja.
"Kami akan menyusun inisiatif ketenagakerjaan nasional yang mencakup penciptaan lapangan kerja, baik di sektor swasta maupun sektor publik," tutur pejabat tersebut.