Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Genap 10 Tahun, SUN Perluas Bisnis Energi Bersih di Sektor Industri

2 min read
Genap 10 Tahun, SUN Perluas Bisnis Energi Bersih di Sektor Industri
Perusahaan energi bersih SUN telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek. (Dok/Istimewa).
  • SUN telah membangun kapasitas energi surya lebih dari 500 MW lewat 400 proyek sejak 2016, dengan portofolio di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand.
  • Memasuki dekade kedua, SUN memperluas solusi elektrifikasi industri mencakup PLTS, kendaraan listrik, pengisian daya, penyimpanan energi, serta manajemen armada.
  • SUN menyiapkan pipeline PLTS lebih dari 40 MWp di Indonesia dan memperkuat peran sebagai IPP untuk mengembangkan aset energi bersih jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perusahaan energi bersih SUN telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek sejak berdiri pada 2016.

Memasuki satu dekade beroperasi, SUN memperluas bisnis ke solusi elektrifikasi terintegrasi untuk sektor industri. Portofolio SUN tersebar di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand, dengan pelanggan dari sektor pertambangan, manufaktur, logistik, hingga barang konsumsi cepat habis (FMCG).

  1. 1. Perluas solusi energi bersih

    IMG-20261019-WA0011.jpg
    Perusahaan energi bersih SUN telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek. ( Dok/Istimewa).

    Director of Power SUN Jeferson Kuesar mengatakan, perusahaan akan memperluas solusi energi bersih untuk mendukung efisiensi dan daya saing industri.

    “Memasuki dekade berikutnya, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan,” ujar Jeferson dalam keterangan tertulis.

    Selain mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), SUN memperluas bisnis ke kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, penyimpanan energi, dan sistem manajemen armada.

  2. 2. Elektrifikasi armada perlu didukung kesiapan infrastruktur

    Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (IDN Times/Dhana Kencana)
    Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Director of Mobility SUN Karina Darmawan mengatakan, elektrifikasi armada perlu didukung kesiapan infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, dan pemeliharaan kendaraan agar berjalan efektif.

    Dalam salah satu studi kasus pada distributor FMCG di Jabodetabek, penggunaan truk listrik untuk rute sekitar 50 kilometer berpotensi menghemat biaya energi hingga 83,6 persen per perjalanan.

    "Total biaya kepemilikan dan operasional juga diperkirakan turun sekitar 15 persen. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi ketersediaan listrik jaringan dan pola operasional pelanggan," jelasnya.

  3. 3. SUN memiliki pipeline proyek PLTS berkapasitas lebih dari 40 megawatt peak (MWp) di sejumlah wilayah Indonesia

    Ilustrasi PLTS. IDN Times/Istimewa
    Ilustrasi PLTS. IDN Times/Istimewa

    Di sisi lain, SUN memiliki pipeline proyek PLTS berkapasitas lebih dari 40 megawatt peak (MWp) di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan.

    SUN juga memperluas peran sebagai Independent Power Producer (IPP) untuk mengembangkan aset energi bersih jangka panjang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis sekaligus mendukung pengembangan energi surya di Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More