Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Pelajari Cara India Mampu Bangun 40 Juta Rumah dalam 12 Tahun

Prabowo Pelajari Cara India Mampu Bangun 40 Juta Rumah dalam 12 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menilai capaian penyediaan rumah saat ini membanggakan, tetapi belum memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang masih sangat besar.
  • Pemerintah mencari cara lebih inovatif untuk mempercepat pembangunan rumah, disampaikan Prabowo dalam acara akad massal 62 ribu unit KPR subsidi di Batang.
  • Prabowo mempelajari pengalaman India yang membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, termasuk tekniknya, sebagai perbandingan untuk transformasi pembangunan perumahan Indonesia.
  • Presiden Prabowo menyatakan pemerintah mencari cara lebih inovatif untuk mempercepat penyediaan rumah, karena capaian saat ini belum memenuhi kebutuhan perumahan yang masih besar.
  • Pernyataan itu disampaikan dalam Akad Massal 62 ribu unit KPR rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah, yang melibatkan proyek di seluruh Indonesia.
  • Pemerintah mempelajari pengalaman India membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, termasuk tekniknya, sebagai referensi untuk mempertahankan pendekatan berhasil dan mencoba terobosan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah masih mencari cara yang lebih inovatif untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. Menurut dia, capaian yang ada saat ini patut diapresiasi, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan perumahan yang masih sangat besar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal 62 ribu unit KPR rumah subsidi di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

"Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif," katanya.

Karena itu, pemerintah mulai mempelajari pengalaman sejumlah negara sebagai bahan perbandingan. Prabowo menilai Indonesia tidak boleh ragu belajar dari negara lain jika ingin melakukan transformasi dan mempercepat pembangunan.

"Saya tertarik ada pengalaman sebagai contoh, pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun," ujar Prabowo.

Pengalaman itu kini sedang dipelajari pemerintah, termasuk teknik yang digunakan untuk mencapai angka pembangunan tersebut. Menurut Prabowo, pendekatan yang terbukti berhasil tetap akan dipertahankan, tetapi Indonesia juga perlu berani mencoba cara baru.

"Saya percaya dengan keberanian, keberanian berpikir, keberanian belajar dari orang lain, keberanian mengambil risiko, keberanian berbuat, keberanian mencari inovasi dan terobosan, mungkin kita bisa dapat hal-hal yang baik," kata Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More