Rupiah Ambruk Jelang Akhir Pekan, Tertekan Data Ekonomi

- Rupiah melemah ke level Rp17.162 per dolar AS akibat tekanan ekonomi global dan domestik, turun 24 poin atau 0,14 persen dibanding penutupan sebelumnya.
- Kenaikan dolar AS dipicu data klaim pengangguran Amerika yang lebih kuat dari perkiraan, membuat rupiah berpotensi terus tertekan sepanjang hari.
- Meski ada sentimen positif dari gencatan senjata Israel-Lebanon, pelemahan rupiah tetap dibayangi prospek ekonomi Indonesia yang menurun dan prediksi bergerak di kisaran Rp17.100–Rp17.200.
Jakarta, IDN Times - Mata uang atau kurs rupiah belum mampu lepas dari jeratan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Jumat (17/4/2026). Rupiah terpantau masih loyo akibat tekanan ekonomi global dan domestik.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, nilai tukar rupiah pagi ini bergerak di level Rp17.162 per dolar AS, melemah 24 poin atau 0,14 persen, dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya.
1. Dolar AS bertenaga berkat data klaim pengangguran
Rupiah berpotensi melemah sepanjang hari ini, disebabkan oleh dolar AS yang kembali rebound atau bangkit menguat setelah rilis data pekerjaan di Amerika, khususnya klaim pengangguran, yang ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan awal. Klaim pengangguran adalah data yang menunjukkan jumlah orang yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan tunai karena tidak bekerja.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan dan klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan," kata pengamat pasar uang, Lukman Leong.
2. Efek Trump di Israel-Lebanon jadi rem perlemahan
Lukman menilai perlemahan rupiah mungkin tidak akan terlalu dalam atau masih terbatas. Faktor pendorongnya adalah pernyataan dari Presiden AS Donald Trump mengenai adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
"Pernyataan Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon bisa membatasi perlemahan," ujar Lukman.
3. Rupiah diprediksi tembus Rp17.200
Sentimen domestik Indonesia masih negatif. Rupiah terbebani oleh kondisi fundamental ekonomi yang melemah serta dampak dari langkah Bank Dunia dan IMF yang melakukan downgrade atau penurunan peringkat prospek ekonomi Indonesia.
Dengan sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak di rentang harga Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS.

















