Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Adam dan Hawa

pexels.com/Thiago Matos
pexels.com/Thiago Matos

Setelah berjumpa sekian purnama
Melewati malam yang panjang dengan penuh tanya
Akhirnya saat itu tiba
Hari di mana kau dan aku menjadi nyata

Rasa yang terusik nestapa
Dengan ujung cerita yang tak pernah aku duga
Kau memilih tidak ada lagi kata kita
Hanya aku saja, dan kau saja

Berakhir dengan berpisah
Seluruh air mata tak kuasa tumpah ruah
Memecah segala egois dan gemuruh amarah
Hati ini seolah tak mau paham dan mengalah

Mungkin selamanya bukan berarti harus bersama
Aku percaya, layaknya Adam dan Hawa
Semesta selalu punya cara untuk mewujudkan setiap doa dan cinta
Syukur ini tak henti ku ucapkan, karenamu aku bisa menjadi jauh lebih dewasa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Evelyn Esther
EditorEvelyn Esther
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Monolog

11 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi cahaya lilin dan bunga

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction
ilustrasi seorang pria

[PUISI] Tetap Berdiri

06 Jan 2026, 05:15 WIBFiction