Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menuju Akhirat Tanpa Sandal

[PUISI] Menuju Akhirat Tanpa Sandal
ilustrasi anak-anak berlarian (pixabay.com/Free-Photos)

Begini saja
Bagaimana kalau
Kita mengendarai sedan
Menuju akhirat?

Berjalan kaki kelamaan, kan 
Kau tidak tahu sepanjang jalan 
Hal aneh apa saja yang bisa kita temui 
Belum lagi jasad-jasad kecil kurang ajar 
Tak tahan melewati padang tanpa alas 

Mungkin masih ada sisa untuk disewa
Kursi kemudi biar aku saja 
Kalau pakai sopir panggilan 
Biayanya nambah, kan 
Kita sudah mati masih 
Harus terlilit utang 

Sebelum pantatku dihantam besi panas
Dan para bocah mengerang kehausan
Aku ingin membeli semangkuk tekwan
Dan menghabisinya sampai tetes paling bawah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cahaya Tipis di Balik Awan

11 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction