Kamu masih saja menjadi tema
di setiap pembahasan
Kala aku sedang asyik
berbincang hangat dengan kesepian

Jangan tanyakan padaku
Mana yang lebih menyebalkan
Setia menunggumu kembali?
Atau mencari nama baru lagi

Keduanya sama tak pasti
Keduanya punya keindahan tersendiri
Keindahan yang membuatku
Tersesat di antara keduanya

Titip rinduku 
Di dalam cangkir mungil itu
Jadi temanmu saat kau seduh

Nanti bila jiwamu berteriak sepi
Seduhlah ia
Semoga mampu tenangkan
Riak yang menderu dalam dadamu