Buket bunga perlahan layu
Sebuah mimpi perlahan meredup
Masa depan telah menjadi masa silam
Rasa sakit itu terasa pekat melekat di hatiku

Kau yang kuanggap sebagai cahaya
Pelan meredup dan hilang begitu saja
Ketika takdir berkata dan menjemputmu
Dari tempatmu di sisiku

Ingin diri ini mengikhlaskan kepergianmu
Namun tak bisa tak akan pernah bisa
Dirimu ialah lebih dari semua pikiranku
Hadirmu ialah suatu rasa bahagia dalam relung jiwa

Pada intinya ialah suatu kepastian
Bahwa aku tak bisa melupakan dan melepaskan
Semua tentang dirimu dan hadirmu