Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Telaga Air Mata

[PUISI] Telaga Air Mata
ilustrasi duduk di tepi telaga (pexels.com/smigaj)

Lalu, kehangatan apa lagi yang kau campuri di dalam telaga air mata ini?
Kita pernah di satu kehangatan yang sama sebelum semuanya benar-benar kau pisahkan dengan pamit penuh luka
Setelahnya, kau berenang kembali untuk membersihkan luka atas tualang yang sia-sia

Lalu, kesucian apa lagi yang kau campuri di dalam telaga air mata ini?
Karena hanya ini satu-satunya telaga yang kau datangi meski kau datang hanya untuk mencemari

Lalu, adakah kamu saat telaga ini dibanjiri trauma yang menenggelamkan sebatang ranting yang sedang mencari titik sambungnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction