Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Telaga Air Mata

[PUISI] Telaga Air Mata
ilustrasi duduk di tepi telaga (pexels.com/smigaj)

Lalu, kehangatan apa lagi yang kau campuri di dalam telaga air mata ini?
Kita pernah di satu kehangatan yang sama sebelum semuanya benar-benar kau pisahkan dengan pamit penuh luka
Setelahnya, kau berenang kembali untuk membersihkan luka atas tualang yang sia-sia

Lalu, kesucian apa lagi yang kau campuri di dalam telaga air mata ini?
Karena hanya ini satu-satunya telaga yang kau datangi meski kau datang hanya untuk mencemari

Lalu, adakah kamu saat telaga ini dibanjiri trauma yang menenggelamkan sebatang ranting yang sedang mencari titik sambungnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction