ilustrasi anggur (vecteezy.com/tanu4869)
Bentuk penyajian anggur ternyata ikut menentukan nilai gizi yang diperoleh tubuh. Anggur segar masih mengandung air dan serat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, ketika diolah menjadi jus, sebagian besar serat akan hilang sehingga gula alami lebih cepat diserap tubuh dan minumannya menjadi lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak. Perubahan yang lebih besar terjadi ketika anggur dikeringkan menjadi kismis. Proses pengeringan menghilangkan sebagian besar kandungan air sehingga gula dan kalorinya menjadi jauh lebih padat. Sebagai gambaran, 100 gram anggur segar mengandung sekitar 69 kalori, sedangkan jumlah yang sama dalam bentuk kismis dapat mencapai hampir 300 kalori atau lebih dari empat kali lipat.
Jika tujuanmu menurunkan berat badan, anggur segar menjadi pilihan yang lebih pas dibandingkan dengan jus maupun buah kering. Ukuran buah yang besar membuat proses makan berlangsung lebih lama sekaligus membantu mengendalikan rasa lapar tanpa menambah terlalu banyak kalori. Dengan kata lain, bukan anggurnya yang menjadi masalah, melainkan bentuk olahan dan jumlah yang dikonsumsi.
Menikmati anggur saat diet bukanlah hal yang perlu dihindari selama porsinya tetap wajar dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Memilih buah dalam bentuk utuh juga memberikan manfaat yang lebih lengkap dibandingkan dengan produk olahannya. Jadi, setelah mengetahui fakta mengenai anggur bisa menghambat penurunan berat badan, apakah kamu masih ragu mengonsumsi buah ini ke dalam menu diet sehari-hari?
Referensi
"Can grapes help with weight loss?" Medical News Today. Diakses pada Agustus 2026.
"Effects of Grape Seed Proanthocyanidin Extract on Obesity." Obesity Facts. Diakses pada Agustus 2026.
"Study Finds Astounding Effects of Dietary Grapes and the Potential for Health Benefits." Western New England University. Diakses pada Agustus 2026.
"The Best Time to Eat Grapes for Energy, Weight Loss, and Sleep." Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026.