Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Mata Butuh Istirahat di Tengah Maraton Nobar Bola
ilustrasi nonton pertandingan sepak bola (pexels.com/JESHOOTS.com)
  • Artikel membahas tanda-tanda kelelahan mata yang sering muncul saat menonton pertandingan sepak bola terlalu lama tanpa jeda, seperti mata kering, buram, dan terasa berat.
  • Dijelaskan bahwa berkurangnya frekuensi berkedip serta paparan layar terang dalam waktu lama dapat memicu gejala seperti nyeri di area mata dan dahi hingga sensitivitas terhadap cahaya.
  • Artikel menyarankan cara sederhana untuk meredakan kelelahan mata, seperti aturan 20-20-20, menutup mata sejenak, mengatur pencahayaan ruangan, dan melakukan peregangan ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi para penggemar sepak bola, menyaksikan pertandingan tim favorit di malam akan terasa menyenangkan. Setelah seharian bekerja, nobar bisa menjadi salah satu pilihan untuk media penghiburan dan melepas penat yang murah dan mudah diakses. Namun, banyak orang yang tampakny lupa bahwa mata yang terus bekerja keras menatap layar selama berjam-jam tanpa jeda akan lebih mudah mengalami kelelahan.

Nah, agar bisa menghindari kondisi tersebut, kamu wajib mengetahui beberapa tanda-tanda kelelahan mata yang bisa disimak dalam artikel ini. Mulai dari rasa kering hingga sensitif terhadap cahaya, semuanya bisa menjadi pemicu kalau mata sudah bekerja terlalu keras. Yuk, pelajari tanda-tandanya di bawah ini agar kamu bisa lebih aware lagi ya!

1. Mata terasa kering seperti berpasir atau ada benda asing

ilustrasi pria memegang mata yang terasa kering (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Ketika pertandingan sepak bola yang ditonton sedang mencapai puncaknya, tanpa sadar banyak orang yang jarang berkedip. Ini bisa terjadi karena mereka terlalu fokus mengikuti jalannya permainan yang ditayangkan. Padahal, ketika berkedip, air mata akan otomatis tersebar sehingga membuat mata tetap lembap dan nyaman.

Saat frekuensi berkedip menurun, lapisan air mata akan menguap dengan cepat dan ini tentunya akan membuat mata menjadi kering dan terasa tidak nyaman. Beberapa tanda kelelahan mata yang sering muncul diantaranya mata terasa perih, panas, berpasir, atau mengganjal seperti ada benda asing di dalamnya. Jika kamu mulai merasakan gejala tersebut saat nobar, cobalah mengalihkan pandangan dari layar tv selama beberapa menit dan melakukan kedipan beberapa kali untuk mengembalikan kelembapan mata.

2. Pengelihatan mulai buram dan fokus mata terasa lambat

ilustrasi pandangan mulai buram saat nonton bola (pexels.com/Soumith Soman)

Menatap layar televisi atau laptop terlalu lama saat menonton pertandingan piala dunia selama berjam-jam, bisa membuat otot mata bekerja terus menus tanpa jeda. Kondisi ini bisa menurunkan kemampuan mata dalam mempertahankan fokus yang membuat pengelihatan jadi kurang tajam. Apalagi jika tidak diselingi dengan istirahat saat jeda iklan, fokus mata akan menjadi jauh lebih lambat.

Beberapa tanda yang biasanya terjadi adalah tulisan skor, nama pemain, atau detail pertandingan akan terlihat mulai buram meski sebelumnya tampak jelas. Untuk membantu mengurangi kelelahan mata saat nobar dan mengembalikan fokus, gunakan aturan 20-20-20. Kamu bisa memandang objek yang berjarak 6 meter selama 20 detik setiap 20 menit.

3. Mata terasa berat dan sering berkedut saat berkedip

ilustrasi mata terasa berat (pexels.com/www.kaboompics.com)

Ketika kamu menonton pertandingan bola dalam waktu berjam-jam, mata akan terus bekerja untuk mengikuti pergerakan pemain di layar. Jika hal tersebut dilakukan tanpa jeda, otot mata bisa mengalami kelelahan yang ditandai dengan rasa berat di area mata. Kondisi ini akan terasa semakin parah saat kamu mentapa layar dengan kecerahan yang tinggi dari sore hingga dini hari.

Selain rasa berat di area sekitar mata, beberapa orang juga mungkin akan merasakan sensasi berkedut di kelopak mata. Ini akan dibarengi dengan keinginan untuk memejamkan mata sejenak meski sebenarnya tidak mengantuk. Jika gejala ini mulai muncul, jangan melawan dan coba untuk menutup mata selama 5 menit serta lakukan peregangan kepala agar mata jauh lebih rileks.

4. Muncul rasa nyeri di area sekitar mata dan dahi

ilustrasi pria merasakan nyeri di sekitar mata dan dahi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Tak hanya membuat mata terasa kering dan berat, menonton pertandingan bola dalam jangka waktu yang lama juga menyebabkan munculnya keteganya di area mata serta dahi. Kondisi ini bisa berlanjut hingga memberikan sensasi nyeri yang menjalar di area pelipis. Jika kamu mengalami semu tanda tersebut, maka itu bisa menjadi pertanda kalau matamu mulai mengalami kelelahan eksrem.

Untuk membantu mengurangi keteganyang dan rasa nyeri di area mata, pastikan ruangan tempat kamu menonton memiliki pencahayaan yang cukup. Kondisi akan membuat cahaya lebih menyebar ke seluruh sudut ruangan dan tidak secara langsung mengenai mata. Selain itu, ambil waktu beristirahat di sela-sela jeda iklan untuk melemaskan otot mata.

5. Pengelihatan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya

ilustrasi pria yang mengalami kelelahan mata (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Mata yang sudah lelah sering kali menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan biasanya. Kondisi ini bisa mengakibatkan cahaya dari televisi atau laptop yang awalnya terasa nyaman bisa menjadi menyilaukan saat dilihat. Tak hanya itu, mata yang mulai lelah juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman meski pencahayaan ruangan sebenarnya normal.

Agar kamu terhindar dari kelelahan mata saat menonton pertandingan bola, kamu bisa menutup mata selama beberapa menit. Cara ini bisa membuat mata sedikit lebih rileks dari sebelumnya. Selain itu, kamu juga bisa mengompres mata dengan es agar mata tidak terlalu tegang karena menatap layar televisi selama berjam-jam.

Dengan mengetahui beberapa tanda di atas, kamu bisa lebih waspada dan langsung menyadari kapan mata mulai lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jangan abaikan gejala yang muncul dan selalu dengarkan sinyal dari tubuhmu sendiri. Lakukan Istirahat cukup di sela jeda-jeda iklan kenyamanan mata selama nobar tetap terjaga.

Referensi:

Computer Vision Syndrome. Cleveland Clinic. Diakses pada 13 Juni 2026.

Rosenfield, M. (2011). Computer vision syndrome: a review of ocular causes and potential treatments. Ophthalmic and Physiological Optics, 31(5), 502-515. Diakses pada 13 Juni 2026.

Gowrisankaran, S., & Sheedy, J. E. (2015). Computer vision syndrome: A review. Work, 52(2), 303-314. Diakses pada 13 Juni 2026.

Eye Strain. Cleveland Clinic. Diakses pada 13 Juni 2026.

Blehm, C., Vishnu, S., Khattak, A., Mitra, S., & Yee, R. W. (2005). Computer vision syndrome: a review. Survey of ophthalmology, 50(3), 253-262. Diakses pada 13 Juni 2026.

How to Protect Your Eyes While Staring at a Screen All Day. Time. Diakses pada 13 Juni 2026.

Jansen, J. A., Kuswidyati, C., & Chriestya, F. (2021). Association between screen time and dry eye symptoms. JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 144-150. Diakses pada 13 Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article