Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Makanan Ini Mengandung Zat Besi yang Tinggi Guna Mencegah Anemia

6 Makanan Ini Mengandung Zat Besi yang Tinggi Guna Mencegah Anemia
tasteofhome.com

Dilansir dari situs resmi WHO, Anemia menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di dunia. Penyakit kekurangan darah ini rentan terhadap anak-anak dengan persentae sampai 45 persen pada anak di bawah usia 5 tahun serta 40 persen sering terjadi pada ibu hamil.

Situs WHO juga menjelaskan bahwa penyebab umum dari anemia ialah kurangnya asupan zat besi yang cukup. Itu karena zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin atau sel darah merah. Tapi jangan khawatir, anemia bisa dicegah kok! Kita bisa mencukupi asupan zat besi guna mencegah anemia dari 6 makanan sehat berikut ini.

1. Bayam

freepik.com
freepik.com

Jika bicara mengenai anemia, pasti makanan yang pertama terlintas dipikiran kita adalah sayur bayam. Dan memang benar, banyak dokter yang menyarankan penderita anemia agar mengonsumsi sayur bayam yang cukup.

Dilansir dari laman Healthline, 3,5 ons bayam mentah memiliki kandungan zat besi sampai 2,7 mg serta kaya vitamin C yang sangat bagus dalam penyerapan zat besi dalam tubuh. Hanya saja sayuran hijau ini tak punya banyak kalori.

2. Daging merah

tasteofhome.com
tasteofhome.com

Daging merah segar memiliki kandungan gizi yang sangat banyak, salah satunya zat besi. Laman Healthline mengatakan bahwa satu porsi daging yang telah giling seberat 3,5 ons mempunyai 2,7 mg zat besi.

Bukan hanya enak, laman yang sama juga menyebut bahwa para peneliti sendiri menyimpulkan orang-orang yang makan daging sangat sedikit mengalami kemungkinan dalam kekurangan zat besi.

3. Ikan

Pexels.com/Huy Phan
Pexels.com/Huy Phan

Kalau tak ada daging, ikan juga berperan penting dalam memenuhi gizi harian kita. Tak hanya mengandung lemak omega 3 yang tinggi, ikan jenis tuna kalengan punya 1,4 mg zat besi dalam setiap 85 gramnya. Jadi ikan juga mampu mencegah anemia.

Seperti yang kita tahu, ikan dengan asam lemak omega 3 yang banyak berperan dalam meningkatkan fungsi otak. Pilih ikan tuna, sarden atau salmon untuk mendapatkan gizi yang lebih banyak.

4. Tahu

Instagram.com/elizasetiawan
Instagram.com/elizasetiawan

Tahu merupakan makanan yang sangat populer di Asia, tak terkrcuali di Indonesia. Tidak disangka, makanan sederhana nan murah ini ternyata punya kandungan zat besi yang sangat tinggi. Laman yang sama mengungkapkan setengah cangkir tahu atau setara dengan 126 gram memiliki 3,4 mg zat besi di dalamnya.

Karena dibuat dari kedelai, tahu juga kaya akan protein yang sangat baik untuk kesehatan. Itu artinya kita bisa mengonsumsi tahu lebih sering guna mencegah anemia.

5. Kismis

Pixabay.com/683440
Pixabay.com/683440

Buah kering menjadi camilan yang cukup digemari banyak orang. Bukan hanya karena lebih praktis dan tahan lama, tapi buah kering juga punya banyak nutrisi untuk kesehatan. Salah satunya kismis atau anggur kering.

Lama Truwight menyatankan kangandungan zat besi di dalam kismis mencapai 1 mg per 100 gramnya. Selain itu kandungan karbohidrat, vitamin B dan kalium juga tetap terjaga meski anggur sudah kering. Camilan yang manis sekaligus membantu mengatasi masalah anemia yang bisa kamu konsumsi setiap hari.

6. Quinoa

momadvice.com
momadvice.com

Quinoa merupakan makanan dari biji-bijian yang biasanya dikonsumsi sebagai pengganti nasi untuk program diet. Quinoa mempunyai 2,8 mg zat besi dalam satu cangkir yang setara dengan 185 gram. Nah diet sambil mencegah anemia, kenapa enggak!

Bukan hanya zat besi, laman Healthline menyatakan quinoa juga kaya akan protein, folat, mangan, tembaga dan magnesium. Berani coba?

Penyakit anemia harus dicegah agar kita tetap bisa beraktivitas tanpa rasa lemas dan pusing. Tubuh yang sehat berawal dari makanan yang sehat pula. Jadi, pola makan dan rajin berolahraga agar tubuh tetap bugar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Health

See More

Apakah Wasir Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi?

07 Apr 2026, 23:14 WIBHealth