Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips Menjaga Tubuh saat Bekerja di Tengah Kabut Asap
ilustrasi seseorang sedang bekerja (pexels.com/fauxels)
  • Pantau kualitas udara sebelum bekerja, kurangi aktivitas luar yang tidak penting, dan atur pekerjaan agar durasi paparan kabut asap sesingkat mungkin sesuai kebijakan tempat kerja.
  • Gunakan respirator partikulat yang menutup rapat hidung dan mulut; jaga udara ruang kerja dengan membatasi polusi dari luar maupun sumber asap dan debu di dalam.
  • Cukupi minum, makan teratur, istirahat, serta kurangi kerja fisik berat di luar; hentikan aktivitas dan cari bantuan medis bila muncul sesak, nyeri dada, atau gejala berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Kondisi udara yang buruk dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja, terutama bagi kamu yang harus beraktivitas di luar ruangan. Mata bisa terasa perih, tenggorokan kering, dan napas terasa kurang nyaman ketika kualitas udara menurun. Bahkan, paparan polusi udara dalam waktu lama perlu menjadi perhatian karena tubuh terus menghirup udara di sekitar. Karena itu, menjaga kondisi tubuh selama bekerja menjadi hal yang gak boleh disepelekan. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan asap selama jam kerja.

Bagi pekerja yang harus berada di luar ruangan, menghindari asap sepenuhnya memang gak selalu memungkinkan. Namun, kamu tetap bisa mengatur waktu dan cara beraktivitas agar paparan terhadap udara tercemar dapat dikurangi. Penggunaan perlindungan yang sesuai juga penting ketika kualitas udara sedang buruk. Selain itu, kondisi ruangan tempat bekerja perlu diperhatikan agar udara yang dihirup tetap lebih bersih. Jangan menunggu sampai tubuh terasa gak nyaman untuk mulai melakukan pencegahan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba agar tetap nyaman bekerja saat kabut asap.

1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas

ilustrasi seseorang bekerja (pexels.com/Christina Morillo)

Sebelum berangkat bekerja, coba cek kondisi kualitas udara di wilayah tempat kamu beraktivitas. Informasi tersebut dapat membantu kamu mengetahui apakah udara sedang berada dalam kondisi baik atau tercemar. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi atau layanan pemantauan kualitas udara yang tersedia. Perhatikan terutama kondisi ketika indeks kualitas udara menunjukkan tingkat yang kurang sehat. Informasi ini bisa menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan aktivitas di luar ruangan. Kebiasaan sederhana tersebut membantu kamu lebih siap menghadapi kondisi udara setiap hari.

Kalau kualitas udara sedang buruk, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang gak terlalu penting. Pekerjaan yang bisa dilakukan di dalam ruangan dapat diprioritaskan terlebih dahulu. Jika harus keluar, usahakan waktu paparan berlangsung sesingkat mungkin. Kamu juga bisa mengatur pekerjaan agar beberapa aktivitas luar ruangan dilakukan sekaligus sehingga gak perlu bolak-balik. Namun, penyesuaian tersebut tetap perlu mengikuti aturan dan kebijakan tempat kerja. Jika kondisi udara sangat buruk, keselamatan dan kesehatan pekerja sebaiknya menjadi pertimbangan utama.

2. Gunakan masker yang sesuai

ilustrasi seseorang memakai masker (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Masker dapat menjadi salah satu perlindungan ketika kamu harus beraktivitas di tengah kabut asap. Pilih masker yang dirancang untuk menyaring partikel udara, bukan sekadar menutup wajah. Masker seperti respirator partikulat dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan masker kain biasa. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat agar udara yang masuk melalui celah dapat diminimalkan. Ukuran masker juga perlu disesuaikan agar tetap nyaman digunakan selama bekerja. Jika masker sudah kotor atau rusak, sebaiknya segera diganti sesuai petunjuk penggunaannya.

Penggunaan masker juga perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang kamu lakukan. Pekerja yang aktif bergerak mungkin merasa lebih cepat panas atau sesak ketika menggunakan masker dalam waktu lama. Karena itu, berikan waktu istirahat di tempat dengan udara yang lebih bersih ketika memungkinkan. Jangan membuka masker di area yang masih dipenuhi asap hanya karena merasa kurang nyaman. Kalau kamu mengalami kesulitan bernapas atau keluhan yang gak biasa, hentikan aktivitas dan cari tempat dengan udara yang lebih bersih. Bila keluhan berlanjut, pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan medis.

3. Jaga kondisi ruangan tetap bersih

ilustrasi ruang kerja (pexels.com/Pixabay)

Kalau kamu bekerja di dalam ruangan, pastikan udara dari luar yang tercemar gak masuk secara berlebihan. Tutup pintu dan jendela ketika kondisi udara di luar sedang buruk, terutama jika ruangan menggunakan sistem penyaringan udara yang sesuai. Sistem ventilasi juga perlu diperhatikan agar tetap berfungsi dengan baik. Jika tersedia, penggunaan pembersih udara dengan penyaring partikulat dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan. Namun, perangkat tersebut tetap perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Ruangan yang tertutup tanpa pengelolaan udara yang baik juga belum tentu otomatis memiliki kualitas udara yang sehat.

Perhatikan juga sumber polusi yang berasal dari dalam ruangan. Asap rokok, pembakaran, debu, dan aktivitas tertentu dapat menambah beban polusi ketika udara luar sedang buruk. Karena itu, hindari aktivitas yang menghasilkan asap di ruang kerja. Bersihkan permukaan yang mudah menumpuk debu secara rutin agar partikel gak semakin banyak beredar. Jika kantor memiliki sistem pendingin atau ventilasi, pastikan pemeliharaannya dilakukan secara berkala. Lingkungan kerja yang lebih bersih dapat membantu membuat tubuh gak terlalu banyak terpapar polusi.

4. Perbanyak minum air putih

ilustrasi seseorang minum air putih (freepik.com/pressfoto)

Kabut asap dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gak nyaman. Kondisi tersebut bisa semakin terasa ketika kamu harus berbicara atau bekerja secara aktif sepanjang hari. Menyediakan air minum di meja kerja dapat membantu kamu lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan. Minumlah secara berkala sesuai rasa haus dan kondisi tubuh. Kamu juga bisa membawa botol minum sendiri agar gak lupa minum ketika pekerjaan sedang padat. Kebiasaan ini memang sederhana, tetapi dapat membantu menjaga kenyamanan selama bekerja.

Air putih bukan berarti bisa menghilangkan dampak polusi yang sudah masuk ke dalam tubuh. Namun, mencukupi kebutuhan cairan tetap penting untuk mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Jangan mengganti seluruh kebutuhan cairan dengan minuman tinggi gula atau minuman berkafein. Perhatikan pula kondisi tubuh jika kamu bekerja di luar ruangan dan banyak berkeringat. Kebutuhan cairan bisa meningkat ketika aktivitas fisik dan suhu lingkungan lebih tinggi. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan pembatasan cairan, ikuti anjuran tenaga kesehatan.

5. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan

ilustrasi seseorang sedang olahraga (pexels.com/hartono subagio)

Ketika kualitas udara sedang buruk, aktivitas fisik berat di luar ruangan dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke saluran pernapasan. Kamu cenderung bernapas lebih cepat dan lebih dalam ketika melakukan pekerjaan fisik. Akibatnya, tubuh bisa menerima paparan partikel udara dalam jumlah lebih banyak. Jika pekerjaan memungkinkan, aktivitas yang membutuhkan tenaga besar sebaiknya dilakukan pada waktu ketika kualitas udara lebih baik. Kamu juga bisa mengatur pekerjaan menjadi beberapa tahap agar tubuh gak terlalu cepat kelelahan. Penyesuaian ini terutama penting bagi pekerja yang harus berada di luar sepanjang hari.

Bukan berarti kamu harus berhenti bergerak selama kabut asap berlangsung. Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan, tetapi tingkat dan tempatnya perlu disesuaikan dengan kondisi udara. Jika memungkinkan, pindahkan pekerjaan fisik ke area yang lebih terlindung atau lakukan ketika paparan asap lebih rendah. Berikan jeda istirahat secara berkala agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan tenaga. Jangan memaksakan diri hanya karena ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Ketika muncul pusing, sesak, nyeri dada, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera hentikan aktivitas dan cari bantuan.

6. Jaga pola makan dan waktu iistirahat

ilustrasi seseorang menjaga pola makan (pexels.com/Michelle Leman)

Paparan udara yang buruk bukan satu-satunya hal yang dapat membuat tubuh terasa lelah saat bekerja. Jadwal kerja yang padat, kurang tidur, dan pola makan yang gak teratur juga dapat memengaruhi kondisi tubuh. Karena itu, usahakan tetap makan secara teratur selama jam kerja. Pilih makanan yang beragam dengan sumber protein, sayur, buah, dan karbohidrat sesuai kebutuhan. Jangan mengandalkan makanan instan setiap hari hanya karena pekerjaan sedang padat. Tubuh membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Waktu istirahat juga perlu tetap diperhatikan meski pekerjaan sedang banyak. Beristirahat sejenak dapat membantu tubuh mengurangi beban setelah melakukan aktivitas dalam waktu lama. Jika memungkinkan, gunakan waktu istirahat di ruangan yang kualitas udaranya lebih baik. Setelah pulang kerja, berikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan tidur cukup. Hindari menambah aktivitas berat jika tubuh sudah terasa sangat lelah. Menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan dapat membantu kamu menghadapi masa kabut asap dengan lebih baik.

7. Kenali tanda tubuh mulai terganggu

ilustrasi seseorang sakit (pexels.com/Ivan Samkov)

Tubuh bisa memberikan tanda ketika paparan asap mulai mengganggu kondisi kesehatan. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain mata perih, hidung atau tenggorokan terasa teriritasi, batuk, dan sesak. Tingkat keluhan dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi tubuh dan tingkat paparannya. Jangan menganggap semua gejala tersebut sebagai sesuatu yang pasti akan hilang sendiri. Jika keluhan muncul ketika bekerja di area berasap, segera cari tempat dengan udara yang lebih bersih. Perhatikan juga apakah gejala membaik setelah kamu menjauh dari sumber asap.

Keluhan yang berat atau semakin memburuk membutuhkan perhatian lebih lanjut. Kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi lain yang terasa serius sebaiknya gak diabaikan. Segera hentikan aktivitas dan cari bantuan medis jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Orang yang memiliki penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan tertentu juga mungkin lebih rentan terhadap dampak polusi udara. Karena itu, langkah pencegahan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Mengetahui batas kemampuan tubuh dapat membantu kamu mengambil keputusan sebelum paparan menjadi lebih berat.

Bekerja di tengah kabut asap membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi udara dan kesehatan tubuh. Memantau kualitas udara, menggunakan masker yang sesuai, serta menjaga kualitas udara di ruang kerja dapat membantu mengurangi paparan. Kamu juga perlu mencukupi cairan, mengatur aktivitas fisik, menjaga pola makan, dan memberikan tubuh waktu istirahat. Jangan lupa mengenali tanda ketika tubuh mulai mengalami gangguan akibat paparan asap. Jika muncul gejala berat atau kondisi semakin memburuk, jangan memaksakan diri untuk terus bekerja. Menjaga kesehatan selama kabut asap bukan berarti berhenti beraktivitas, tetapi mengetahui cara mengurangi risiko sambil tetap memperhatikan kondisi tubuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article