Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Gerakan Meliukkan Badan Berguna untuk Melatih Otot?
ilustrasi gerakan meliukkan badan (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)
  • Gerakan meliukkan badan melatih otot inti agar lebih siap menghadapi aktivitas berat, sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh tanpa memerlukan alat tambahan.
  • Rutin melakukan gerakan ini membantu mencegah cedera dengan memperbaiki keseimbangan dan menjaga postur tubuh tetap stabil saat beraktivitas.
  • Selain memperkuat otot, gerakan meliukkan badan juga menstimulasi tulang sehingga massa tulang tetap terjaga dan postur tubuh tidak mudah bungkuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gak hanya untuk pemanasan, gerakan meliukkan badan berguna untuk melatih otot serta membuat tubuh lebih fleksibel lho. Gerakan ini mudah dilakukan di rumah bahkan di sela aktivitas. Tanpa perlu alat tertentu, bahkan tanpa perlu tambahan beban.

Meliukkan badan bisa dilakukan dengan cara twisting atau memutar tubuh ke samping, gerakan meliuk ke samping kiri dan kanan, serta meliuk ke depan dan belakang. Meski terkesan sepele dan mudah dilakukan, gerakan meliukkan badan banyak manfaatnya untuk tubuh, lho. Kalau mau tahu apakah gerakan meliukkan badan berguna untuk melatih otot serta berbagai manfaat lain, simak penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Gerakan meliukkan badan melatih otot inti untuk lebih siap melakukan aktivitas yang lebih berat

ilustrasi gerakan meliukkan badan (pexels.com/RDNE Stock project)

Otot inti sangat berpengaruh dalam gerakan meliukkan badan. Misalnya ketika melakukan gerakan twisting, maka akan ada interaksi antara otot-otot tulang belakang dan otot-otot panggul. Saat otot-otot inti berinteraksi dalam gerakan meliukkan badan, maka otot-otot akan lebih siap ketika melakukan gerakan yang lebih berat.

Sehingga, gerakan meliukkan badan umum dilakukan sebagai pemanasan untuk berolahraga. Selain itu, banyak aktivitas sehari-hari yang membutuhkan otot inti, seperti mengangkat barang berat, membungkuk, hingga duduk dalam waktu lama. Sehingga, gerakan meliukkan badan sangat recommended untuk dilakukan agar otot inti lebih siap menunjang aktivitas.

2. Gerakan meliukkan badan membantu mencegah cedera

ilustrasi gerakan meliukkan badan (pexels.com/Monstera Production)

Berolahraga tanpa pemanasan, atau sekadar beraktivitas berat bisa berisiko cedera. Misalnya punggung bagian bawah sakit maupun otot ketarik, sering dialami ketika tidak pernah melakukan gerakan pemanasan. Gerakan meliukkan badan bisa menjadi solusi untuk membantu menurunkan risiko cedera.

Apalagi bagi kamu yang memiliki gaya hidup kurang gerak, maka ketika harus melakukan aktivitas berat, tubuh bisa rentan cedera. Ketika kamu melakukan gerakan meliukkan badan secara rutin, maka keseimbangan tubuh akan meningkat yang membuat postur lebih baik. Dengan postur yang terjaga dan keseimbangan tubuh yang baik, maka cedera bisa dihindari.

3. Gerakan meliukkan badan mampu menyeimbangkan postur tubuh tetap baik

ilustrasi gerakan meliukkan badan (pexels.com/Elina Fairytale)

Jika dilihat kembali, aktivitas sehari-hari kita cenderung lebih banyak membungkuk dan menyondongkan tubuh ke depan. Aktivitas seperti bekerja di depan komputer, menggunakan gadget, duduk dengan tidak tegap, mengangkat barang dari lantai, hingga aktivitas rumah seperti menyapu dan mengepel membuat tubuh lebih banyak condong ke depan. Tanpa disadari, banyak aktivitas yang membuat postur tubuh tidak seimbang lagi.

Jika tidak diseimbangkan dengan gerakan meliukkan badan, maka lama-lama postur menjadi bungkuk lho. Gerakan meliukkan badan ke belakang atau back bending bisa menjadi penyeimbang agar postur tubuh tetap baik. Lakukan dengan rutin sebagai salah satu aktivitas peregangan atau pemanasan tubuh sebelum beraktivitas, agar postur tetap seimbang.

4. Gerakan meliukkan badan mampu mencegah berkurangnya massa tulang

ilustrasi gerakan meliukkan badan (pexels.com/RAY LEI)

Saat usia masih tergolong muda, mungkin kamu belum merasakan dampak dari berkurangnya massa tulang. Namun, jika sudah lanjut usia seperti di usia 50-an tahun, massa tulang yang berkurang menjadi salah satu masalah yang merepotkan. Mumpung masih muda, rutin melakukan gerakan meliukkan badan mampu membantu mencegah massa tulang berkurang lho.

Gerakan meliukkan badan, selain merangsang otot juga mampu merangsang tulang. Gerakan meliukkan badan juga membutuhkan tulang untuk bergerak dan menjadi tumpuan tubuh. Karena tulang adalah jaringan hidup, mereka akan merespons tekanan yang diberikan ketika melakukan gerakan meliukkan badan. Sehingga tulang menjadi lebih kuat dan padat ketika sering ditempa dengan gerakan dan tumpuan.

Karena gerakan meliukkan badan berguna untuk melatih otot, tulang serta berbagai manfaat lain, tak ada salahnya untuk rutin melakukannya sebelum beraktivitas. Sehingga postur tubuh kamu lebih terjaga dan gak mudah cedera. Jadi, jangan lupa jadikan gerakan meliukkan badan sebagai kebiasaan kamu sehari-hari, ya!

Referensi

“The Twist Pattern — Importance, Anatomy, and Practical Applications.” Team Youphoric Health & Performance Blog. Diakses Februari 2026.

“Science-Based Benefits of Backbends.” OmStars Wellness Blog. Diakses Februari 2026.

“Benefits of Flexibility.” Healthline. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team