Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Tidur Siang Bisa Mengganggu Sleep Hygiene? Ini Faktanya
ilustrasi tidur siang (magnific.com/jcomp)
  • Tidur siang tidak selalu merusak sleep hygiene, asalkan dilakukan singkat dan tidak terlalu sore agar tubuh tetap segar tanpa mengganggu tidur malam.

  • Durasi ideal tidur siang sekitar 10–30 menit karena tidur lebih dari satu jam bisa mengacaukan ritme alami tubuh dan menurunkan kualitas istirahat malam.

  • Waktu terbaik untuk tidur siang antara pukul 1–3 siang, sementara kebiasaan lain seperti penggunaan gadget dan konsumsi kafein juga berpengaruh pada sleep hygiene.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa sudah tidur cukup di malam hari, tetapi tetap mengantuk hingga akhirnya memilih tidur siang cukup lama? Di sisi lain, banyak orang mulai khawatir karena kebiasaan ini dianggap bisa merusak sleep hygiene dan membuat tidur malam jadi berantakan. Ternyata, tidur siang memang bisa memberi manfaat untuk tubuh dan membantu meningkatkan fokus, apalagi saat energi sedang menurun di tengah hari.

Meski terlihat sepele, kebiasaan tidur siang ternyata bisa memengaruhi ritme tidur alami tubuh. Tidur siang yang terlalu lama atau dilakukan menjelang malam dapat membuat tubuh lebih segar di waktu yang salah, sehingga kualitas tidur malam jadi menurun dan jam tidur berantakan. Lalu, benarkah tidur siang bisa mengganggu sleep hygiene atau sebenarnya tetap aman dilakukan? Yuk, simak penjelasannya sampai selesai.

1. Tidur siang tidak selalu buruk untuk sleep hygiene

ilustrasi seorang wanita yang sedang tidur (freepik.com/freepik)

Tidur siang tidak selalu identik dengan kebiasaan yang bisa mengganggu kualitas tidur malam, apalagi jika dilakukan dalam waktu yang singkat dan tidak terlalu sore. Faktanya, banyak orang merasa tubuh dan pikiran menjadi lebih fresh setelah tidur sejenak di tengah aktivitas harian yang melelahkan. Selain membantu mengembalikan energi, tidur siang juga bisa membuat konsentrasi dan mood kembali stabil untuk melanjutkan aktivitas sepanjang hari.

Meski begitu, efeknya bisa berbeda pada setiap orang tergantung pola tidur malam dan kondisi tubuh masing-masing. Jika dilakukan terlalu lama atau terlalu sore, tidur siang memang berpotensi membuat tubuh sulit mengantuk di malam hari. Karena itu, penting untuk memahami cara tidur siang yang sehat agar kualitas tidur tetap terjaga.

2. Durasi tidur siang sangat berpengaruh

ilustrasi durasi tidur siang (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Salah satu faktor yang paling memengaruhi sleep hygiene adalah lamanya tidur siang yang dilakukan. Tidur siang ideal umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 30 menit agar tubuh tetap segar tanpa membuat kepala terasa berat setelah bangun. Sementara itu, tidur siang lebih dari satu jam bisa membuat tubuh masuk ke fase tidur dalam yang akhirnya mengganggu ritme tidur malam. 

Tidur siang yang terlalu lama sering kali membuat tubuh terasa kurang segar setelah bangun, bahkan beberapa orang bisa mengalami pusing atau rasa berat di kepala. Sementara itu, tidur siang singkat justru lebih efektif untuk mengembalikan fokus, meningkatkan energi, dan membuat suasana hati terasa lebih baik. Karena itu, mengatur durasi tidur siang dengan bijak penting dilakukan agar pola tidur malam tetap terjaga dan sleep hygiene tidak terganggu.

3. Waktu tidur siang juga perlu diperhatikan

ilustrasi jam tidur yang teratur (magnific.com/lookstudio)

Selain lamanya tidur, jam tidur siang juga punya peran penting dalam menjaga pola tidur tetap sehat. Jika dilakukan terlalu sore, tubuh biasanya belum merasa benar-benar mengantuk ketika malam datang sehingga waktu tidur bisa jadi mundur. Alhasil, kamu mungkin akan lebih sulit terlelap atau justru terjaga lebih lama meski sudah berbaring di tempat tidur.

Waktu terbaik untuk tidur siang biasanya berada di antara pukul 1 siang hingga 3 sore ketika energi tubuh mulai menurun secara alami. Apalagi, tidur siang pada jam tersebut cenderung lebih aman dan tidak terlalu mengganggu jam biologis tubuh. Dengan memilih waktu yang tepat, manfaat tidur siang bisa dirasakan tanpa merusak sleep hygiene.

4. Sleep hygiene dipengaruhi banyak kebiasaan

ilustrasi stres karena pekerjaan (freepik.com/jcomp)

Sleep hygiene sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh tidur siang saja, tetapi juga berbagai kebiasaan sehari-hari lainnya. Misalnya, penggunaan gadget sebelum tidur, konsumsi kafein berlebihan, hingga jadwal tidur yang tidak teratur dapat memperburuk kualitas istirahat malam. Selain itu, stres dan kebiasaan begadang juga sering menjadi penyebab utama pola tidur berantakan.

Sementara itu, tidur siang sebenarnya hanya salah satu bagian kecil yang bisa ikut memengaruhi pola tidur seseorang, bukan faktor utama. Jika kebiasaan harian sudah berantakan, seperti sering begadang atau kurang istirahat, tidur siang singkat biasanya tidak terlalu berdampak besar. Karena itu, yang paling penting tetap menjaga kualitas sleep hygiene dengan membenahi seluruh kebiasaan tidur secara konsisten.

5. Cara tidur siang agar tidak mengganggu tidur malam

ilustrasi cewek tidur siang (magnific.com/tirachardz)

Agar tidur siang tetap memberikan manfaat yang maksimal, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Usahakan untuk membatasi durasi tidur siang agar tidak terlalu lama dan hindari melakukannya menjelang malam supaya tidak mengganggu pola tidur utama. Selain itu, pilihlah tempat yang nyaman dan suasananya tenang agar tubuh bisa benar-benar rileks dan mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Jika sering mengalami insomnia atau sulit tidur malam, membatasi frekuensi tidur siang juga bisa menjadi solusi yang membantu. Di sisi lain, menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari akan membuat ritme tubuh lebih stabil. Dengan pola yang tepat, tidur siang justru dapat menjadi kebiasaan sehat tanpa merusak sleep hygiene.

Tidur siang sebenarnya tidak selalu merusak sleep hygiene selama dilakukan dengan durasi dan waktu yang tepat. Selain itu, tidur siang singkat justru bisa membantu tubuh lebih segar, meningkatkan fokus, dan mengurangi rasa lelah di tengah aktivitas. Meski begitu, tetap perhatikan kebiasaan tidur harian supaya kualitas tidur malam tetap terjaga dan tubuh terasa lebih nyaman setiap hari.

Referensi: 

“Hubungan Tingkat Stres dan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran.” Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKESI), Universitas Andalas. Diakses Mei 2026. https://jikesi.fk.unand.ac.id/index.php/jikesi/article/view/1045

“Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Program Diploma Tiga Keperawatan Universitas Abulyatama.” Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. Diakses Mei 2026. https://journal.arikesi.or.id/index.php/Protein/article/view/2167

“Hubungan Pelaksanaan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Karyawan di Lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda.” Jurnal Keperawatan Wiyata. Diakses Mei 2026. https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/507

“Pengaruh Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.” Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia. Diakses Mei 2026. https://jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/902


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article