ilustrasi jalan kaki santai di taman kota (pexels.com/Ihsan Adityawarman)
Mengukur cadence tidak perlu perangkat khusus.
Caranya: hitung langkah selama 15 detik, kemudian kalikan empat. Jika hasilnya sekitar 25 langkah dalam 15 detik, kecepatannya kira-kira 100 langkah per menit.
Apabila kecepatan tersebut dipertahankan selama 30 menit, jumlahnya sekitar 3.000 langkah. Total 3.000 langkah tersebut tidak harus dilakukan sekaligus agar bermanfaat. WHO menegaskan bahwa semua aktivitas fisik tetap diperhitungkan dan orang dewasa dianjurkan mengumpulkan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas berat.
Kalau malas menghitung langkah, napas juga bisa menjadi petunjuk.
Ada yang namanya tes bicara untuk memperkirakan intensitas. Saat melakukan aktivitas sedang, napas dan detak jantung sudah meningkat, tetapi kamu biasanya masih bisa berbicara, meski tidak cukup nyaman untuk bernyanyi. Pada aktivitas berat, mengucapkan lebih dari beberapa kata tanpa berhenti mengambil napas akan terasa sulit.
Tes bicara juga menjelaskan mengapa jumlah langkah per menit kurang bisa diandalkan karena berjalan 100 langkah per menit di jalanan datar rasanya bisa berbeda dari kecepatan yang sama ketika menanjak, membawa tas berat, atau dilakukan oleh orang dengan tingkat kebugaran berbeda.