Alih-alih langsung pijat, fokuskan pada recovery dasar. Ini meliputi rehidrasi, konsumsi karbohidrat dan protein, serta pendinginan aktif seperti jalan santai.
Teknik seperti kompresi, elevasi kaki, dan stretching ringan juga lebih aman dilakukan dalam fase awal. Pendekatan ini membantu mengurangi pembengkakan dan mendukung sirkulasi tanpa memberi tekanan berlebihan pada otot.
Jika tetap ingin melakukan pijat, pilihlah jenis yang sangat ringan, seperti gentle massage atau effleurage, dengan tujuan relaksasi, bukan manipulasi jaringan dalam.
Gentle massage adalah pijatan ringan secara umum untuk relaksasi, sedangkan effleurage merupakan teknik pijat sapuan panjang dan lembut dengan telapak tangan, salah satu bentuk gentle massage.
Pijat setelah maraton tidak salah, tetapi bukan juga solusi instan yang selalu tepat dilakukan segera. Tubuh butuh waktu untuk memulai proses pemulihan alaminya, dan intervensi yang terlalu cepat bisa mengganggu proses tersebut.
Pendekatan yang lebih bijak adalah memahami timing. Dengarkan tubuh, beri jeda, dan pilih jenis recovery yang sesuai dengan fase pemulihan. Dengan strategi yang tepat, kualitas pemulihan akan lebih optimal.
Referensi
K. Ostrowski et al., “Evidence That Interleukin‐6 Is Produced in Human Skeletal Muscle During Prolonged Running,” The Journal of Physiology 508, no. 3 (May 1, 1998): 949–53, https://doi.org/10.1111/j.1469-7793.1998.949bp.x.
Zainuddin Z, Newton M, Sacco P, Nosaka K. "Effects of massage on delayed-onset muscle soreness, swelling, and recovery of muscle function." J Athl Train. 2005 Jul-Sep;40(3):174-80.
Huiyin Tu and Yu-Long Li, “Inflammation Balance in Skeletal Muscle Damage and Repair,” Frontiers in Immunology 14 (January 26, 2023): 1133355, https://doi.org/10.3389/fimmu.2023.1133355.
American College of Sports Medicine. “Recovery Strategies.” Diakses Mei 2026.
Pornratshanee Weerapong, Patria A Hume, and Gregory S Kolt, “The Mechanisms of Massage and Effects on Performance, Muscle Recovery and Injury Prevention,” Sports Medicine 35, no. 3 (January 1, 2005): 235–56, https://doi.org/10.2165/00007256-200535030-00004.