Manfaat lain dari lari interval adalah efisiensinya. Dalam waktu yang lebih singkat, pelari bisa mendapatkan stimulus latihan yang kuat.
Penelitian menunjukkan, sesi interval pendek dengan intensitas tinggi dapat menghasilkan adaptasi fisiologis yang setara dengan latihan endurance yang jauh lebih lama.
Ini sangat relevan bagi pelari dengan jadwal padat. Tidak selalu ada waktu untuk long run berjam-jam, tetapi dengan interval training, peningkatan kebugaran tetap bisa dicapai.
Meski demikian, efisiensi ini datang dengan catatan: intensitas tinggi berarti beban juga lebih besar. Karena itu, lari interval sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang dan diimbangi dengan recovery yang cukup.
Lari interval dapat meningkatkan performa, membuat pelari melatih tubuh bekerja di batasnya, lalu memberi kesempatan untuk pulih dan beradaptasi menjadi lebih kuat.
Namun, seperti semua metode latihan, manfaat terbesar datang ketika dilakukan dengan seimbang. Latihan interval yang terlalu sering tanpa pemulihan justru bisa berujung pada kelelahan atau cedera. Ketika dilakukan dengan tepat, lari interval bisa menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan performa.
Referensi
Jan Helgerud et al., “Aerobic High-Intensity Intervals Improve V˙O2max More Than Moderate Training,” Medicine & Science in Sports & Exercise 39, no. 4 (March 29, 2007): 665–71, https://doi.org/10.1249/mss.0b013e3180304570.
Adrian W Midgley, Lars R McNaughton, and Andrew M Jones, “Training to Enhance the Physiological Determinants of Long-Distance Running Performance,” Sports Medicine 37, no. 10 (January 1, 2007): 857–80, https://doi.org/10.2165/00007256-200737100-00003.
Paul B. Laursen and David G. Jenkins, “The Scientific Basis for High-Intensity Interval Training,” Sports Medicine 32, no. 1 (January 1, 2002): 53–73, https://doi.org/10.2165/00007256-200232010-00003.
Kirsten A. Burgomaster et al., “Similar Metabolic Adaptations During Exercise After Low Volume Sprint Interval and Traditional Endurance Training in Humans,” The Journal of Physiology 586, no. 1 (November 9, 2007): 151–60, https://doi.org/10.1113/jphysiol.2007.142109.
Martin J. Gibala et al., “Physiological Adaptations to Low‐volume, High‐intensity Interval Training in Health and Disease,” The Journal of Physiology 590, no. 5 (January 31, 2012): 1077–84, https://doi.org/10.1113/jphysiol.2011.224725.