Comscore Tracker

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketat

Mayoritas disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari

Tak sedikit orang melakukan diet ketat dan olahraga ekstra keras agar dapat menurunkan berat badan. Namun, setelah melakukan keduanya, sering kali berat badan tak kunjung turun. 

Sebenarnya ada beberapa kebiasaan yang kamu kira sepele ternyata dapat membuat usaha menurunkan berat badan jadi sia-sia, lho. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak uraian berikut ini. 

1. Berhenti merokok

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi merokok (unsplash.com/Mikail Duran)

Para ahli percaya jika nikotin pada rokok dapat menekan nafsu makan. Karena itu, ketika seseorang berhenti merokok, keinginan untuk makan meningkat sehingga berat badan pun juga ikut melonjak. 

Penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal tahun 2012 memperlihatkan jika rata-rata orang yang berhenti merokok mengalami penambahan berat badan sekitar 4-5 kilogram setelah 12 bulan. Namun, sebagian besar kenaikan ini terjadi setelah 3 bulan berhenti merokok. Bisa dibilang, kenaikan berat badan ini tergantung dari setiap individunya.

Bukan berarti kamu harus mengurungkan niat untuk berhenti merokok. Kenaikan berat badan ini bisa dicegah. Misalnya, dengan mengonsumsi buah-buahan atau mengunyah permen karet ketika keinginan merokok muncul. 

2. Terlalu banyak mengonsumsi garam

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi garam (pexels.com/Lorena Martínez)

Biasanya orang yang makan lebih banyak garam cenderung mempunyai berat badan berlebih. Ini karena garam dapat menahan air dalam tubuh lebih lama sehingga berat badan cenderung naik, seperti dikutip dari penjelasan laman Scientific American. 

Selain itu, zat tersebut juga dapat membuat lemak menumpuk di bagian tengah badanmu, yaitu perut.
Sebaiknya kurangi banyak garam dan minum air putih yang banyak agar lemak dan air tidak mengendap di dalam tubuh. 

3. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi obat (unsplash.com/Christina Victoria Craft)

Beberapa jenis obat bisa meningkatkan berat badan dengan cepat. Menurut keterangan laman Obesity Action, ini terjadi akibat efek samping obat tersebut. Contohnya adalah untuk pengobatan untuk penyakit diabetes mellitus, hipertensi, depresi, dan kejang.

Meski begitu, jangan langsung hentikan pengobatan tersebut hanya karena tidak ingin berat badanmu bertambah, ya. Takutnya, penghentian yang kamu lakukan justru membuat penyakit semakin parah. Tetap konsultasi ke dokter sebelum mengambil keputusan.

4. Pemanis buatan

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilutrasi tanaman stevia (pixabay.com/leoleobobeo)

Banyak orang yang menggunakan pemanis buatan sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Ini karena orang mengira pemanis alami dinilai mengandung gula tinggi. Akan tetapi, kenyataannya justru sebaliknya, lho.

Sebuah penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, menemukan bahwa konsumsi pemanis buatan, seperti sukralose, sakarin, atau aspartam pada tikus terbukti menghasilkan intoleransi glukosa. Ini merupakan kondisi metabolisme yang berhubungan dengan diabetes tipe 2 dan obesitas, menurut studi yang dipublikasikan Nature Journals tahun 2014.

Jadi bisa dibilang, pemanis buatan pun memiliki efek buruk juga. So, ada baiknya kurangi konsumsinya. Kamu bisa memanfaatkan buah dan sayur yang kamu konsumsi untuk memberikan rasa manis alami. Misalnya, beberapa daun stevia digunakan sebagai pemanis pengganti gula pasir dalam minuman teh hangat kesukaanmu. 

Baca Juga: 5 Cara Diet yang Salah, Malah Bikin Tubuhmu Lemas dan Sakit! 

5. Kurang mengonsumsi protein

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi kacang-kacangan (pexels.com/Marta Branco)

Tak jarang, orang memilih diet rendah protein untuk menjaga berat badannya. Padahal, zat tersebut justru sangat dibutuhkan oleh orang yang ingin menurunkan berat badan, lho. 

Satu studi yang diterbitkan di Obesity Journals tahun 2011 membandingkan diet tinggi protein dan diet rendah karbohidrat. Peneliti menemukan bahwa orang yang konsumsi protein tinggi merasa cepat kenyang di siang hari, sedikit keinginan untuk makan malam, dan rendahnya keinginan ngemil. Hasil ini berbanding terbalik dengan orang yang melakukan diet rendah karbohidrat. 

Dari penelitian tersebut, bisa disimpulkan bahwa protein lebih efektif untuk mengenyangkan tubuh dibandingkan lemak atau karbohidrat. Jadi, kamu bisa mengganti camilan keripik atau makanan tidak sehat lainnya dengan makanan tinggi protein seperti kacang-kacangan yang bebas lemak dan garam. 

6. Kurang minum air putih

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi minum air putih (unsplash.com/engin akyurt)

Apakah kamu menyadari jika kurang minum air putih menyebabkan berat badanmu sulit turun? Ya, ketika mengalami dehidrasi, metabolisme melambat, dan memengaruhi cara tubuh membakar lemak.

Tak jarang, tubuh salah mengira rasa haus dengan rasa lapar sehingga kamu pun terdorong untuk makan lebih banyak. Dilansir Live Strong, inilah yang menyebabkan penumpukan lemak di perut makin sulit dihilangkan

Itulah kenapa kamu disarankan untuk lebih banyak minum air putih. Meski terlihat simpel, nyatanya kebiasaan ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 30 persen, menurut laporan dari The Journal of Endocrinology and Metabolism tahun 2003.

Supaya hasilnya lebih maksimal, para ahli menyarankan untuk minum air lebih banyak setelah bangun tidur di pagi hari, sebelum makan siang, serta sebelum makan malam. Dengan ini, kamu jadi tidak kalap mengambil banyak makanan ketika waktu makan datang. 

7. Kurang tidur

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi sulit tidur (pexels.com/cottonbro)

Kurang tidur dapat memengaruhi waktu tubuh merespons neutrotransmiter, pembawa pesan kimia antarsel saraf dalam tubuh. Nah, jika kamu tidak mendapatkan istirahat yang cukup, neurotransmiter lepton dan ghrelin yang merupakan pusat nafsu makan akan bermasalah. 

Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur juga memengaruhi pemilihan makanan. Biasanya, kebiasaan tersebut mendorong kita mengonsumsi makanan tinggi kalori dan karbohidrat. Selain itu, kurang tidur membuat ritme sirkadian jantung terganggu sehingga sistem metabolisme pun ikut terganggu. 

8. Stres

8 Penyebab Berat Badan Susah Turun meski Sudah Diet Ketatilustrasi orang yang stres (unsplash.com/JESHOOTS.COM)

Ketika stres, seseorang akan mengonsumsi lebih banyak comfort food yang berkalori dibandingkan yang sehat. Satu penelitian yang diterbitkan Minerva Endocrinologica tahun 2014 menyebutkan bahwa stres membuat tubuh menginginkan gula lebih banyak. 

Itu terjadi karena tubuh merasa energinya terkuras ketika stres, dan gula dianggap mampu mengisinya secara cepat. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan membuat metabolisme tubuh terganggu. Akhirnya, berat badanmu tak kunjung turun, deh.

Nah, sudah jelaskan apa yang menyebabkan usaha menurunkan berat badanmu jadi gagal. Sebenarnya, berat badan ideal bisa tercapai selama kamu disiplin, kok. Jangan menyerah, ya! 

Baca Juga: 5 Fakta Diet Antiinflamasi yang Mesti Kamu Tahu

IamLathiva Photo Verified Writer IamLathiva

Love To See, Love To Read, and Love To Share.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya