ilustrasi kram otot saat maraton (unsplash.com/Steward Masweneng)
Kram parah atau tubuh kehilangan kontrol merupakan tanda serius yang bisa terjadi saat pelari sedang maraton. Kondisi ini sering muncul ketika otot sudah bekerja terlalu lama dan mengalami kelelahan ekstrem. Berdasarkan penelitian yang terbit di Journal of Strength and Conditioning Research pada tahun 2022, kram pada pelari maraton berkaitan dengan kelelahan otot yang tinggi selama mereka berlari.
Saat otot terlalu lelah, sinyal dari sistem saraf ke otot bisa terganggu sehingga terjadi kontraksi tiba-tiba yang tidak terkontrol. Hal ini dapat membuat pelari sulit bergerak atau bahkan berhenti total karena rasa sakit yang intens. Karena itu, kram parah menjadi tanda kuat bahwa tubuh sudah mencapai batas kemampuannya.
Tanda-tanda di atas bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa saat berlari, tetapi sinyal penting bahwa tubuh sedang berada di batas kemampuannya. Mengabaikannya bisa meningkatkan risiko cedera serius hingga gangguan kesehatan yang lebih berbahaya. Menurutmu, apakah semua pelari sudah cukup peka dengan sinyal tubuh mereka saat maraton?
Referensi
"Exercise headaches". Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.
"Chest Pain". Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
"Muscle Cramping in the Marathon: Dehydration and Electrolyte Depletion vs. Muscle Damage". Journal of Strength and Conditioning Research (2022). Diakses pada April 2026.