Sesi pertama tidak perlu langsung berupa lari jarak jauh atau latihan interval. Mulailah dengan jalan santai, latihan mobilitas, atau latihan kekuatan ringan. Pilih intensitas yang masih memungkinkan berbicara dalam kalimat lengkap tanpa terengah-engah.
Jika tidak muncul batuk, mengi, dada sesak, atau sesak napas yang tidak biasa selama maupun setelah latihan, durasi dan intensitas dapat ditambah secara bertahap pada sesi berikutnya. Jika kondisi luar belum bersih, latihan dapat dilakukan di ruangan yang tidak kemasukan abu. Penyaring udara HEPA dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.
Gunakan respirator N95 saat seseorang harus berada di luar ketika abu masih ada. Namun, N95 hanya menyaring partikel dan tidak melindungi dari gas vulkanik. Karena itu, memakai N95 tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan untuk melakukan latihan berat di udara yang masih tercemar.
Pasien asma, penyakit paru obstruktif kronis, atau penyakit jantung perlu menunggu hingga kondisinya benar-benar terkendali. Gunakan obat sesuai rencana pengobatan dokter dan sediakan inhaler pereda jika diresepkan.
Hentikan aktivitas dan segera masuk ke tempat yang udaranya lebih bersih jika muncul batuk terus-menerus, mengi, dada terasa tertekan, pusing, jantung berdebar, atau sesak yang tidak sebanding dengan intensitas latihan. Nyeri dada, sulit berbicara karena kehabisan napas, bibir membiru, kebingungan, atau pingsan memerlukan pertolongan medis segera.
Tolok ukur untuk kembali berolahraga bukan cuma berapa lama waktu yang telah berlalu sejak erupsi, melainkan seberapa bersih udara yang benar-benar akan dihirup.
Referensi
U.S. Geological Survey, “Remobilization of Ash by Wind,” diakses September 2026.
Luisa V. Giles and Michael S. Koehle, “The Health Effects of Exercising in Air Pollution,” Sports Medicine 44, no. 2 (2014): 223–49, https://doi.org/10.1007/s40279-013-0108-z.
Lindsay J. L. Forbes et al., “Volcanic Ash and Respiratory Symptoms in Children on the Island of Montserrat, British West Indies,” Occupational and Environmental Medicine 60, no. 3 (2003): 207–11, https://doi.org/10.1136/oem.60.3.207.
International Volcanic Health Hazard Network, “Health Impacts of Volcanic Ash,” diakses September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, “Konsentrasi Partikulat (PM2.5),” diakses September 2026.
U.S. Environmental Protection Agency, Air Quality Guide for Particle Pollution, EPA-452/F-23-002 (February 2023), diakses September 2026.
International Volcanic Health Hazard Network, “Health Impacts of Volcanic Gases,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Safety Guidelines: During a Volcanic Eruption,” diakses September 2026.