Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Juga dikenal sebagai air mata berdarah, langka tapi nyata

Bukan cuma kosmetik atau seperti yang sering ada di film atau serial horor fiksi, haemolacria atau hemolacria, atau dikenal sebagai air mata berdarah, merupakan kondisi yang langka tetapi bisa terjadi di kehidupan nyata.

Kondisi apa itu haemolacria dan apakah ini berbahaya? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

1. Apa itu haemolacria?

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi haemolacria pada anak(ohsjagwire.org)

Haemolacria pada dasarnya adalah adanya darah pada air mata. Kondisi langka ini membuat seseorang memproduksi air mata yang bercampur darah atau sebagian terbuat dari darah.

Kondisi ini juga dikenal sebagai bloody tears atau air mata darah, blood-stained tearsdacryohemorrhea, hematodacryorrhea, hemolacrimia, sanguineous tears, sanguineous lacrimation, hematic epiphora, dacryohemorrhysis, dan lacrimae cruentae.

2. Apa penyebab air mata berdarah?

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi mimisan(unsplash.com/Lycan)

Dilansir Verywell Health, sebagian besar kasus air mata yang mengandung darah dapat disebabkan oleh kondisi berikut:

  • Cedera konjungtiva

Konjungtiva adalah membran jaringan bening yang terletak di atas sklera, bagian putih mata. Di dalam konjungtiva terdapat anyaman pembuluh darah. Terkadang, infeksi, peradangan, atau laserasi dapat menyebabkan perdarahan pada konjungtiva, karena konjungtiva sangat kaya akan pembuluh darah.

Darah kemudian merembes keluar dan bercampur dengan air mata, membuat seseorang tampak sedang mengeluarkan air mata dengan campuran darah.

  • Gangguan darah

Gangguan darah, termasuk hemofilia, bisa menyebabkan perdarahan berlebihan karena masalah pembekuan darah. Pasien hemofilia mungkin mudah memar atau berdarah. Ini bisa muncul di mata sebagai haemolacria.

Kondisi lain yang memerlukan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin atau heparin, juga dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan air mata darah. Pasien yang sering mengalami memar atau perdarahan harus dievaluasi oleh dokter.

  • Granuloma piogenik

Ini merupakan tumor jinak dengan vaskularisasi tinggi yang dapat tumbuh pada konjungtiva atau kantung lakrimal. Kantung lakrimal adalah sambungan umum tempat dua saluran drainase air mata bergabung untuk mengalirkan air mata.

Granuloma piogenik dapat terjadi karena cedera, gigitan serangga, atau peradangan akut. Kondisi ini juga sering terjadi selama kehamilan karena perubahan hormon dalam tubuh.

  • Mimisan

Sistem lakrimal (yaitu struktur kompleks yang memfasilitasi sekresi, aliran di permukaan mata, dan eksresi dari air mata) yang memproduksi dan mengalirkan air mata manusia terhubung ke rongga hidung.

Saat kita berkedip, kelopak mata kita melakukan sedikit dorongan diagonal ke arah sudut mata, di mana puncta berada. Puncta adalah lubang kecil tempat air mata mengalir. Puncta mengalir ke kantung lakrimal dan kemudian ke kanal lakrimal dan masuk ke hidung.

Sistem ini menjelaskan alasan mengapa seseorang mengalami hidung tersumbat saat menangis. Bila kamu meniup atau membersihkan hidung saat mimisan (seperti membuang ingus), aliran balik darah dapat didorong kembali melalui sistem nasolakrimalis (berfungsi sebagai saluran untuk aliran air mata dari mata eksternal ke rongga hidung). Ini akan menyebabkan darah kembali ke puncta dan bercampur dengan air mata, membuatnya air mata tampak seperti terbuat dari darah.

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi air mata darah atau hemolacria (healthline.com)

Baca Juga: 7 Penyebab Medis Keluarnya Air Mata, Tak Cuma Emosional

  • Keganasan kantung lakrimal

Melanoma ganas dapat terjadi di mana saja di tubuh, termasuk kantung lakrimal, kelenjar lakrimal, dan konjungtiva. Orang yang menderita melanoma di area ini dapat mengeluarkan air mata berdarah. Keganasan lain dari kantung lakrimal, kelenjar lakrimal, atau konjungtiva juga dapat menghasilkan air mata berdarah. Ini adalah kondisi yang sangat serius yang memerlukan perawatan segera.

  • Hipertensi yang tidak terkontrol

Meskipun jarang, haemolacria telah didokumentasikan dalam kasus hipertensi yang tidak diobati. Dalam kebanyakan kasus, ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di konjungtiva atau di jaringan hidung. Karena tekanan darah tinggi, pendarahan bisa berlebihan. Namun, begitu diturunkan dengan obat-obatan, air mata berdarah akan berhenti.

  • Penyebab hormonal

Beberapa studi telah mendokumentasikan haemolacria selama menstruasi. Perdarahan kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan hormonal. Biasanya, darah dalam air mata ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan yang berarti bagi perempuan yang mengalaminya.

  • Penyebab idiopatik

Ada beberapa kasus seseorang yang menangis darah tanpa penjelasan dan tanpa penyebab medis. Dalam kasus ini, tidak ada penyakit atau gangguan serius yang ditemukan, dan kondisi tersebut tampaknya membaik seiring waktu. Tidak ada penjelasan ilmiah yang ditemukan untuk fenomena langka ini.

3. Diagnosis penyebab haemolacria

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi nasal endoscopy atau endoskopi hidung (pacificheadandneck.com)

Seperti dijabarkan di laman Health Jade, semua pasien dengan haemolacria harus menjalani pemeriksaan mata komprehensif dan pemeriksaan sistemik untuk mencari penyebab organik dan sumber perdarahan.

Secara khusus, riwayat penyakit sistemik (gangguan hematologi, koagulopati, hipertensi) dan obat-obatan seperti warfarin, aspirin, atau clopidogrel diperlukan.

Bila tidak ada penyebab okular atau sistemik, penyakit psikiatri dan kondisi yang berhubungan dengan menstruasi harus dikesampingkan, sebelum mendiagnosis penyebab haemolacria sebagai idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).

Jika diperlukan, tes pencitraan bisa memberi petunjuk tentang penyebab air mata darah. Dacryoendoscopy bisa digunakan untuk mengesampingkan lesi perdarahan dalam sistem drainase air mata yang mungkin tidak terdeteksi tanpa tes ini.

Dilansir Healthline, langkah-langkah diagnosis penyebab haemolacria bisa meliputi:

  • Menguji dan mengirigasi area yang terdampak pada mata
  • Mengambil sampel kultur untuk mengidentifikasi kelainan apa pun
  • Melakukan endoskopi hidung
  • CT scan sinus

4. Pengobatan haemolacria

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi meneteskan obat tetes mata (freepik.com/user18526052)

Perawatan haemolacria harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Sering kali kondisi ini tidak butuh perawatan. Dokter mungkin akan memantau atau mengamati pasien sambil menunggu, tetapi dalam kasus yang lebih serius, dokter mungkin merekomendasikan:

  • Obat atau tetes mata antibiotik untuk melawan infeksi
  • Dilasi dan pembilasan untuk menguras air mata
  • Stenting
  • Pembedahan atau rekonstruksi

Sebelum memutuskan rencana perawatan, diskusikan pilihan dengan dokter. Operasi dan prosedur invasif lainnya mungkin cuma dibutuhkan dalam kasus yang lebih serius.

Haemolacria atau Air Mata Darah: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi pemeriksaan mata (unsplash.com/Brand&People)

Itulah fakta seputar haemolacria atau air mata darah yang merupakan kondisi langka. Walaupun biasanya tidak berbahaya, tetapi kamu tetap harus memeriksakan diri ke dokter spesialis mata bila mengalaminya.

Sebagian besar kasus ini biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus yang lebih serius, seperti hipertensi yang tidak terkontrol, melanoma ganas, atau cedera bisa menjadi penyebabnya, ini tentunya membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga: 4 Tanda Kolesterol Tinggi di Mata, Coba Periksakan Ya!

Derinda Astri Irdiyana  Photo Verified Writer Derinda Astri Irdiyana

Jual hamster Bergas Ungaran Kabupaten Semarang Instagram @dekyrahamster030721

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya