ilustrasi perempuan menyeka air mata dengan tisu (pexels.com/Liza Summer)
Menurut National Cancer Institute, hasil penelitian tentang stres dan risiko kanker masih beragam. Sebagian menemukan hubungan, sementara penelitian lain tidak. Hubungan yang terlihat pun dapat bersifat tidak langsung, misalnya melalui kebiasaan merokok atau minum alkohol saat menghadapi tekanan.
Penelitian pada hewan dan sel di laboratorium juga menunjukkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi pertumbuhan atau penyebaran kanker. Namun, temuan tentang perkembangan kanker tersebut tidak membuktikan bahwa menangis mencegah kanker pada manusia.
Karena itu, rasa lega setelah menangis tidak bisa dijadikan ukuran perlindungan terhadap kanker. Bukti yang ada juga tidak mendukung anggapan bahwa seseorang terkena kanker karena kurang menangis atau tidak mampu mengelola emosinya.