ilustrasi buah pinang (pixabay.com/Vijayanarasimha)
Penelitian menemukan bahwa mengunyah daun sirih yang disertai dengan pinang tidak aman untuk dikonsumsi karena dapat meningkatkan risiko kanker.
Pinang menduduki peringkat keempat di dunia sebagai zat psikoaktif yang populer, di bawah nikotin, alkohol dan kafein dalam hal penggunaan yang luas.
Selain kanker, mengunyah pinang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya terlepas dari apakah seseorang sedang hamil atau tidak, termasuk:
- Muntah.
- Diare.
- Sariawan.
- Penyakit gusi.
- Sesak napas.
- Perubahan tekanan darah.
- Nyeri dada.
- Denyut jantung tidak normal.
- Penyakit jantung.
- Kerusakan hati atau ginjal.
- Interaksi dengan obat.
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pinang meningkatkan peradangan gingiva (gusi), menghambat reaksi kekebalan tubuh, memengaruhi osteoblas dan mungkin bersifat sitotoksik terhadap fibroblast periodontal.
Asumsinya, ibu hamil yang konsumsi pinang akan memperburuk kondisi jaringan periodontal sehingga akan memengaruhi kondisi luaran kehamilan, termasuk berat badan lahir rendah dan stunting.
Studi lain menemukan kehamilan yang melibatkan kondisi anemia dan keguguran berkaitan dengan konsumsi pinang. Mengunyah pinang dapat menyebabkan anemia. Oleh sebab itu, penggunaannya harus dicegah mengingat potensi efek samping pada hemoglobin dan risiko kesehatan jangka panjang, termasuk kanker mulut.