Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Etomidate dalam Vape, Kenali Bahaya dan Efeknya bagi Tubuh
ilustrasi vape (pixabay.com/zacgnadinger)
  • Etomidate adalah obat anestesi yang bekerja pada sistem saraf pusat dan hanya digunakan dalam prosedur medis di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
  • Penggunaan etomidate melalui vape tidak memiliki keamanan inhalasi yang terbukti; dosis dan paparan sulit dikendalikan, sehingga efek sedatif serta perubahan kesadaran lebih sulit diprediksi.
  • Laporan medis mengaitkan vape etomidate dengan penekanan fungsi adrenal dan hipokalemia; lemas berat, pingsan, sesak, nyeri dada, atau perubahan kesadaran perlu segera diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus vape yang dikaitkan dengan etomidate dan menyeret nama selebgram Jule atau Julia Prastini bikin banyak orang penasaran, sebenarnya zat apa yang dimaksud dengan “vape etomidate”? Etomidate sendiri dikenal sebagai obat anestesi yang digunakan dalam prosedur medis dan penggunaannya berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Namun, ketika zat ini digunakan lewat vape, cara penggunaannya berbeda dari penggunaan medis yang memang sudah dirancang dan dikontrol.

Yang perlu dicermati, memasukkan senyawa seperti etomidate ke dalam vape dapat menyulitkan pengendalian metode dan dosis paparan, di samping itu, keamanan penggunaannya melalui inhalasi masih belum terbukti. Jadi, jangan anggap ini hanya sebagai vape dengan bahan yang berbeda, karena terdapat risiko kesehatan yang harus dipahami. Kenali apa itu etomidate, efeknya bagi tubuh, dan mengapa penyalahgunaannya lewat vape perlu diwaspadai.

1. Etomidate sebenarnya merupakan obat anestesi

ilustrasi obat (magnific.com/xb100)

Etomidate bukanlah bahan yang familier di telinga banyak orang. Namun, faktanya, etomidate adalah obat anestesi yang digunakan dalam prosedur medis tertentu dan penggunaannya harus diawasi oleh profesional kesehatan. Jadi, cara penggunaan etomidate di dunia medis sangat berbeda dengan pemakaian zat ini melalui vape.

Etomidate berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan dapat memberikan efek sedatif yang membuat seseorang menjadi mengantuk atau kehilangan kesadaran selama penggunaan medis. Karena potensi efeknya yang cukup kuat, obat ini gak bisa digunakan sembarangan hanya untuk mengejar sensasi. Nah, ketika digunakan lewat vape, paparan zat tersebut juga tidak mengikuti penggunaan medis yang dosis dan kondisinya terkontrol.

2. Etomidate dalam vape bisa menggangu fungsi kelenjar adrenal

ilustrasi sakit (freepik.com/jcomp)

Salah satu hal yang menjadi perhatian terkait etomidate adalah dampaknya terhadap kelenjar adrenal. Kelenjar ini memproduksi hormon penting, termasuk kortisol, yang membantu tubuh menghadapi tekanan dan menjaga berbagai fungsi tubuh tetap berjalan. Penggunaan etomidate melalui vape telah dilaporkan dapat menekan fungsi adrenal.

Dalam beberapa laporan medis, pengguna vape yang mengandung etomidate mengalami gangguan dalam produksi hormon adrenal. Gejala yang dialami bisa berupa rasa lemas atau gejala lain yang gak selalu langsung dikenali sebagai masalah hormon. Inilah yang menjadikan vape dengan kandungan etomidate tidak bisa disamakan dengan vape pada umumnya.

3. Penggunaannya juga bisa berkaitan dengan kadar kalium rendah

ilustrasi tubuh lemas (magnific.com/freepik)

Masalah pada fungsi adrenal bukanlah satu-satunya hal yang dicatat dalam laporan medis tentang etomidate dalam vape. Beberapa laporan menunjukkan pengguna perangkat rokok elektronik yang berisi etomidate mengalami hipokalemia, yaitu kondisi ketika tingkat kalium dalam darah berada di bawah batas normal. Perlu diketahui bahwa kalium memiliki peranan penting dalam aktivitas otot, saraf, dan jantung.

Dalam situasi tertentu, kadar kalium yang menurun secara drastis dapat mengakibatkan tubuh merasa lemas, mengalami kram atau kelemahan otot, hingga masalah dengan irama jantung. Namun, laporan kasus tersebut hanya berlaku bagi pasien tertentu, sehingga gak bisa disimpulkan bahwa setiap orang yang memakai etomidate akan mengalami masalah yang sama. Meskipun demikian, penemuan ini tetap menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan yang harus diperhatikan.

4. Penggunaan vape etomidate bisa memengaruhi kesadaran

ilustrasi seorang wanita yang mengantuk (freepik.com/karlyukav)

Etomidate memang berdampak pada sistem saraf pusat sehingga dalam konteks medis dapat digunakan untuk menjadikan seseorang tidak sadar sebelum menjalani prosedur tertentu. Namun, ketika bahan ini dihisap melalui vape untuk tujuan non-medis, efek yang dihasilkan mungkin lebih sulit diprediksi. Dosis, jumlah zat yang terhirup, dan reaksi tubuh setiap individu juga bisa bervariasi.

Paparan terhadap zat ini dapat berhubungan dengan rasa kantuk, perubahan kesadaran, atau gangguan fungsi tubuh lainnya. Risiko menjadi semakin sulit untuk diprediksi ketika jenis dan konsentrasi bahan dalam produk yang digunakan gak jelas. Oleh karena itu, jangan anggap ini hanya sekadar vape dengan “varian” kandungan yang berbeda, ya.

5. Vape etomidate bisa menimbulkan efek samping hingga nyeri dada dan perubahan kesadaran

ilustrasi tubuh lemas (magnific.com/benzoix)

Keluhan setelah menggunakan vape yang mengandung etomidate bisa berbeda pada setiap orang dan gak selalu muncul dengan pola yang sama. Beberapa laporan medis menemukan masalah seperti tubuh terasa lemas, gangguan kadar kalium, hingga penekanan fungsi adrenal. Karena keluhan tersebut bisa menyerupai masalah kesehatan lain, penyebabnya tetap perlu diperiksa secara medis.

Kalau setelah menggunakan vape tubuh mulai terasa gak beres, jangan buru-buru menganggapnya bakal hilang sendiri. Apalagi kalau sampai pingsan, lemas berat, sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, maupun mengalami perubahan kesadaran, kondisi seperti ini perlu segera diperiksa, lho. Nah, kalau sebelumnya menggunakan produk atau zat tertentu, ceritakan juga kepada tenaga kesehatan supaya mereka bisa lebih mudah mencari tahu penyebab keluhannya.

Etomidate memang digunakan dalam dunia medis, tetapi penggunaannya melalui vape untuk tujuan nonmedis punya risiko yang gak bisa dianggap sepele. Beberapa laporan menunjukkan paparan etomidate lewat vape dapat berkaitan dengan gangguan fungsi adrenal, kadar kalium rendah, hingga perubahan kesadaran, lho. Nah, kalau muncul keluhan setelah menggunakan vape, jangan diabaikan dan segera cari bantuan medis agar kondisinya bisa diperiksa dengan tepat.

Referensi

“Case Report: A literature review of the medical complications arising from etomidate-laced vapes and two case studies of hypokalemia associated with etomidate use.” Frontiers in Psychiatry. Diakses September 2026.

“Adrenal Insufficiency Due to Inhaled Etomidate in Electronic Cigarettes.” AACE Endocrinology and Diabetes. Diakses September 2026.

“Etomidate-induced hypokalemia in electronic cigarette users: two case reports and literature review.” Frontiers in Endocrinology. Diakses September 2026.

“Acquired 11β-hydroxylase Deficiency by Inhaled Etomidate and its Analogues: A Mimic of Congenital Adrenal Hyperplasia.” Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article