ilustrasi periksa ke dokter (magnific.com/freepik)
Selama hujan abu berlangsung, jangan cuma mengandalkan kondisi langit untuk menentukan kapan aman keluar rumah. Pantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung, arah sebaran abu, serta imbauan dari pihak berwenang di wilayah masing-masing. Informasi tersebut dapat membantu menentukan kapan sebaiknya tetap berlindung dan kapan aktivitas di luar mulai memungkinkan.
Setelah terkena abu, coba perhatikan juga kondisi tubuh, terutama kalau mulai muncul batuk, sesak, atau mata terasa perih dan makin tidak nyaman. Kalau keluhannya cukup berat atau gak kunjung membaik, sebaiknya segera periksa agar gak dianggap sepele. Tetap tenang boleh, tapi jangan abaikan tanda-tanda dari tubuh sendiri.
Saat hujan abu vulkanik, hal terpenting adalah mengurangi paparan dan tetap mengikuti informasi resmi di sekitar wilayah terdampak. Gunakan masker, lindungi mata, dan sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah sampai kondisi lebih aman. Jangan panik, tetapi tetap waspada supaya diri sendiri dan keluarga tetap terlindungi, ya!
Referensi:
“Volcanic air pollution and human health: recent advances and future directions.” Bulletin of Volcanology. Diakses September 2026.
“Use of respiratory protection in Yogyakarta during the 2014 eruption of Kelud, Indonesia: Community and agency perspectives.” Journal of Volcanology and Geothermal Research. Diakses September 2026.
“Factors motivating the use of respiratory protection against volcanic ashfall: A comparative analysis of communities in Japan, Indonesia and Mexico.” International Journal of Disaster Risk Reduction. Diakses September 2026.
“Short Communication: Health Interventions in Volcanic Eruptions—Community Wearability Assessment of Respiratory Protection against Volcanic Ash from Mt Sinabung, Indonesia.” International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses September 2026.
“Community perceptions of protective practices to prevent ash exposures around Sakurajima volcano, Japan.” International Journal of Disaster Risk Reduction. Diakses September 2026.