ilustrasi pemeriksaan mata anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Untuk memperluas pemeriksaan dan layanan, Kemenkes meluncurkan program Comprehensive Community Eye Care (CCEC), atau pelayanan kesehatan mata komprehensif berbasis masyarakat. Dalam tiga tahun ke depan, program ini menargetkan skrining bagi lebih dari 60.000 siswa dan pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota.
Target lainnya mencakup pelatihan lebih dari 2.000 tenaga kesehatan dan guru, dukungan bagi 16.500 operasi katarak, serta distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Program ini juga akan membangun 13 vision center baru dan memperkuat 21 pusat yang sudah tersedia.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa vision center dirancang untuk mendekatkan layanan mata kepada masyarakat. Model ini menghubungkan puskesmas dengan dinas kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, dan mitra pembangunan. Pemeriksaan, dukungan tenaga profesional, dan penyediaan kacamata diharapkan dapat dikembangkan sampai tingkat puskesmas.
Upaya ini berjalan bersama empat langkah Kemenkes, yaitu memperkuat skrining mata melalui CKG, memperluas akses operasi katarak, memeratakan ketersediaan dokter spesialis mata, serta meningkatkan edukasi kesehatan mata di sekolah dan tempat kerja.
Kemenkes juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk mengatasi ketimpangan layanan operasi katarak antardaerah.