Itulah sejarah treadmill yang memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi alat olahraga seperti sekarang. Dari alat bantu kerja hingga hukuman penjara, kini treadmill justru jadi andalan di gym. Menarik, ya?
Sejarah Treadmill, Mulanya Alat Hukuman Penjara Kini Andalan Gym

Cikal bakal treadmill muncul pada era Romawi sebagai treadwheel untuk mengangkat beban konstruksi.
Pada 1817, William Cubitt memperkenalkan tread-mill sebagai kerja paksa narapidana di Inggris.
Abad ke-20 mengubah treadmill menjadi alat medis dan kebugaran: paten sabuk diajukan pada 1911, treadmill bermotor untuk tes jantung dikembangkan 1952, lalu model rumahan massal hadir akhir 1960-an.
Saat pergi ke gym, treadmill menjadi salah satu alat yang paling mudah ditemui. Alat ini biasanya digunakan untuk berjalan atau berlari di tempat sambil mengatur kecepatan dan kemiringan sesuai kebutuhan. Namun, di balik penggunaannya sebagai perlengkapan olahraga, treadmill ternyata memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang.
Sejarah treadmill justru bermula dari kebutuhan yang jauh berbeda dengan olahraga. Alat ini pernah digunakan untuk membantu pekerjaan berat hingga menjadi bagian dari sistem hukuman di penjara sebelum akhirnya berkembang menjadi perangkat kebugaran modern.
Penasaran bagaimana perjalanan treadmill dari masa ke masa? Yuk, simak sejarah treadmill selengkapnya!
Table of Content
1. Sejarah treadmill
Treadmill tidak sejak awal diciptakan sebagai alat olahraga. Cikal bakalnya sudah digunakan sejak masa Kekaisaran Romawi pada sekitar abad pertama Masehi. Saat itu, alat yang dikenal sebagai treadwheel atau polyspaston digunakan sebagai bagian dari derek untuk mengangkat benda-benda berat dalam pekerjaan konstruksi. Bentuknya berupa roda besar yang digerakkan manusia dengan cara berjalan di dalamnya.
Penggunaan roda tersebut membuat pekerjaan mengangkat beban menjadi lebih efisien dibandingkan mengandalkan tenaga manusia secara langsung. Seiring berjalannya waktu, konsep roda yang digerakkan dengan tenaga manusia maupun hewan terus mengalami perkembangan dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Dari sinilah perjalanan panjang treadmill dimulai hingga akhirnya bentuk dan fungsinya berubah menjadi alat olahraga seperti yang dikenal sekarang.
2. Treadmill sebagai alat kerja manusia dan hewan
Pada abad ke-19, prinsip treadmill mulai dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk menjalankan berbagai mesin. Ketika sumber energi seperti angin dan air tidak selalu tersedia, tenaga hewan, terutama kuda, digunakan untuk menggerakkan treadmill. Energi yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan untuk menjalankan mesin-mesin pertanian dan pekerjaan lainnya.
Versi yang lebih kecil juga dibuat untuk hewan seperti anjing, domba, dan kambing. Alat tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai mesin sederhana, misalnya alat pengaduk mentega, batu penggiling, fanning mill, hingga pemisah krim. Jadi, jauh sebelum digunakan untuk berlari, treadmill sebenarnya lebih dekat dengan dunia pekerjaan dan kebutuhan sehari-hari.
3. Treadmill sebagai alat hukuman di penjara

ilustrasi treadmill (pexels.com/Denys Gromov) Salah satu bagian paling kelam dalam sejarah treadmill terjadi pada abad ke-19. Pada 1817, insinyur Inggris William Cubitt memperkenalkan tread-mill yang dirancang untuk membuat para narapidana melakukan kerja fisik berat. Bentuknya lebih mirip roda besar dengan pijakan di bagian luar, sehingga para narapidana harus terus melangkah untuk membuat roda berputar.
Para narapidana yang mendapat hukuman kerja paksa dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjalan di atas alat tersebut. Dalam beberapa kasus, treadmill digunakan untuk menghasilkan tenaga yang kemudian dimanfaatkan untuk memompa air atau menggiling biji-bijian. Namun, ada pula treadmill yang pekerjaannya memang tidak menghasilkan sesuatu dan digunakan terutama sebagai bentuk hukuman.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan di treadmill sangat melelahkan dan berat. Narapidana dapat berjalan selama sekitar enam jam sehari dengan jarak vertikal yang sangat tinggi jika dihitung seperti aktivitas menaiki tangga. Penggunaan penal treadmill kemudian dihentikan di Inggris pada 1902, dan fungsi treadmill perlahan mulai bergeser dari alat kerja serta hukuman menuju keperluan medis dan olahraga.
4. Treadmill mulai berkembang untuk keperluan medis
Setelah era treadmill sebagai alat hukuman berakhir, perkembangannya mulai mengarah ke fungsi yang lebih konstruktif. Pada 1911, Claude Lauraine Hagen mengajukan paten untuk sebuah training-machine yang sudah menggunakan sabuk treadmill. Desainnya dilengkapi sejumlah fitur yang cukup maju untuk zamannya, seperti pegangan yang dapat disesuaikan, pengaturan kemiringan, serta rancangan yang memungkinkan alat dilipat.
Perubahan besar terjadi pada 1952 ketika ahli jantung Dr. Robert Bruce bersama Wayne Quinton mengembangkan treadmill bermotor untuk pemeriksaan kondisi jantung dan paru-paru. Pasien dapat berjalan atau berlari di atas treadmill dengan kecepatan dan kemiringan yang dinaikkan secara bertahap, sementara aktivitas jantung dipantau menggunakan elektrokardiogram atau ECG.
Metode pemeriksaan tersebut kemudian dikenal sebagai Bruce Protocol dan digunakan untuk mengevaluasi respons jantung terhadap aktivitas fisik. Penggunaan treadmill dalam bidang medis menjadi salah satu langkah penting yang kemudian membuka jalan bagi pemanfaatannya sebagai alat latihan fisik.
5. Treadmill mulai masuk ke rumah dan gym
Pada akhir 1960-an, treadmill mulai dikembangkan untuk penggunaan di rumah. William Staub membuat prototipe bernama PaceMaster 600 setelah terinspirasi oleh buku Aerobics karya Dr. Kenneth Cooper. Bersama perusahaan Aerobics Inc., alat tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat sebagai perangkat untuk membantu meningkatkan kebugaran tubuh.
Popularitas olahraga aerobik pada 1960-an hingga 1970-an ikut mendorong penggunaan treadmill di rumah maupun gym. Seiring meningkatnya permintaan, produsen mulai mengembangkan treadmill dengan perhatian lebih besar pada kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Dari sinilah treadmill perlahan berubah menjadi perlengkapan olahraga yang lebih familiar bagi masyarakat.
6. Treadmill modern semakin canggih
Memasuki abad ke-21, perkembangan treadmill tidak lagi hanya berfokus pada motor, sabuk, kecepatan, atau kemiringan. Teknologi mulai menjadi bagian penting dari pengalaman berolahraga. Treadmill modern dapat dilengkapi layar sentuh, konektivitas perangkat, akses hiburan, aplikasi kebugaran, hingga program latihan yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Inovasi juga mulai membuat treadmill terasa lebih interaktif. Beberapa pengembangan menggunakan teknologi untuk mendeteksi posisi pelari di atas sabuk sehingga kecepatannya dapat disesuaikan secara otomatis. Ada pula treadmill yang terhubung dengan kelas olahraga virtual dan program latihan digital, membuat pengguna dapat mengikuti sesi olahraga dari rumah.
Meski bentuk dasarnya masih mempertahankan konsep sabuk yang bergerak, fungsi treadmill saat ini sudah jauh berbeda dari cikal bakalnya. Alat yang dahulu digunakan untuk mengangkat beban, membantu pekerjaan, bahkan menjadi sarana hukuman tersebut kini justru menjadi salah satu peralatan olahraga yang paling mudah ditemukan di rumah maupun gym.
Referensi
"The History Of The Treadmill". Life Fitness. Diakses September 2026.
"The Dark History of The Treadmill". BBC. Diakses September 2026.
"The History of the Treadmill". HFE. Diakses September 2026.






![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Kamu, Mungkin Ini Jenis Magnesium yang Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)















