Di sekolah atau tempat penitipan anak, kasus influenza sering muncul secara berkelompok. Tidak jarang satu anak yang sakit tak lama disusul oleh teman-temannya yang mengalami demam, batuk, dan harus beristirahat di rumah. Pola penularan seperti ini umum terjadi pada influenza.
Anak-anak merupakan kelompok yang lebih sering mengalami influenza bergejala dibanding orang dewasa. Bukan karena faktor imun yang masih berkembang, tetapi juga karena beberapa faktor lain.
Sistem imun anak masih memiliki pengalaman yang lebih sedikit dalam mengenali virus influenza, sementara peluang terpapar virus di lingkungan sehari-hari juga lebih tinggi. Selain itu, pola penularan influenza pada usia anak turut berperan dalam tingginya angka kasus pada kelompok ini.
Dalam seminar media yang digelar secara daring pada Jumat (18/9), Prof. Dr. Anggraini Alam, dr., Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K) dari UKK Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa anak lebih sering mengalami influenza yang bergejala dibanding orang dewasa.
“Anak sampai usia 17 tahun dua kali lipat untuk mengalami flu yang bergejala dibandingkan dewasa,” jelas Prof. Anggraini.
