Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan membuat kaki lebih nyaman.
Pertama, jangan terlalu lama berada dalam satu posisi. Cobalah mengubah posisi kaki secara berkala, terutama jika mulai terasa kebas.
Kamu juga bisa bergantian menyilangkan kaki agar tekanan tidak terus berada di area yang sama.
Selain itu, gunakan alas duduk yang cukup nyaman dan memiliki dukungan untuk punggung.
Kalau harus duduk dalam waktu lama, sempatkan berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan setiap 30–60 menit.
Pakaian yang terlalu ketat di sekitar paha, lutut, atau betis juga sebaiknya dihindari karena dapat menambah tekanan pada jaringan dan mengganggu kenyamanan.
Pada dasarnya, kaki yang kesemutan setelah duduk bersila merupakan respons tubuh terhadap tekanan sementara pada saraf dan kemungkinan berkurangnya aliran darah. Selama sensasinya segera menghilang setelah posisi diubah, biasanya ini tak perlu dikhawatirkan.
Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mati rasa atau kesemutan tak kunjung hilang setelah berganti posisi, atau disertai gejala lain yang tak biasa.
Referensi
Elevate Physiotherapy. Diakses pada September 2026. "Sitting Cross Legged- Is It So Bad?"
Function Forward Physical Therapy. Diakses pada September 2026. "Leg Numbness After Sitting: Sciatica, Neuropathy or a Pinched Nerve?"
Science Insights. Diakses pada September 2026. "Why Do My Legs Hurt When I Sit Cross-Legged?"
Total Health Chiropractic. Diakses pada September 2026. "Pins and Needles in Your Leg After Sitting Cross-Legged: What’s Going On?"