ilustrasi makan (magnific.com/freepik)
Terakhir, manfaat kimpul untuk kesehatan adalah menjadi alternatif sumber karbohidrat. Masih banyak orang yang menganggap nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat setiap kali makan. Padahal, semakin beragam sumber pangan yang dikonsumsi, semakin beragam pula nutrisi yang diperoleh tubuh. Kimpul menjadi salah satu umbi lokal yang bisa dijadikan alternatif untuk melengkapi pola makan sehari-hari.
Teksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat kimpul mudah diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari direbus, dikukus, hingga dijadikan menu pendamping lauk favorit. Nah, sesekali mengganti sumber karbohidrat dengan kimpul bisa menjadi cara sederhana untuk menghadirkan variasi di meja makan. Bukan hanya membuat menu terasa lebih beragam, kebiasaan ini juga menjadi langkah kecil untuk kembali mengapresiasi pangan lokal yang kaya nutrisi.
Kimpul bukan hanya umbi lokal yang mengenyangkan, tetapi juga menyimpan berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh. Mengolah kimpul sebagai bagian dari menu sehari-hari bisa menjadi cara sederhana untuk menikmati makanan yang lebih beragam sekaligus menambah asupan gizi. Jadi, kalau nanti kamu bertemu kimpul di pasar atau supermarket, jangan ragu untuk mencobanya, ya!
Referensi
“Assessment of Nutritional Quality of Taro (Colocasia esculenta L. Schott.) Genotypes of the Eastern Himalaya, India.” Frontiers in Nutrition. Diakses Agustus 2026.
“Nutritional Value of Colocasia esculenta Is Related to Corm Size.” Life. Diakses Agustus 2026.
“Physical, Functional, and Pasting Properties of Flours from Corms of Two Cocoyam (Colocasia esculenta and Xanthosoma sagittifolium) Cultivars.” Journal of Food Science and Technology. Diakses Agustus 2026.
“Nutritional Profile, Proximate Composition and Health Benefits of Colocasia esculenta Leaves: An Underutilized Leafy Vegetable in Nigeria.” Pakistan Journal of Nutrition. Diakses Agustus 2026.
“Analisis Fitokimia Umbi Talas Jepang Colocasia esculenta L. (Schott) var. antiquorum dan Talas Kimpul Xanthosoma sagittifolium L. (Schott) dari Dataran Rendah.” Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan. Diakses Agustus 2026.