Paparan cahaya terang yang diterima setiap orang berbeda-beda, terutama pada mereka yang banyak beraktivitas di dalam ruangan. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 87.000 orang, paparan cahaya terang yang lebih sedikit pada siang hari dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi. Angka yang menjadi perhatian adalah 42 menit per hari.
Paparan Sinar Matahari Kurang dari 42 Menit, Risiko Demensia Naik

Take a Deeper Read
Temuan penelitian
Penelitian ini melibatkan lebih dari 87.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 62 tahun yang belum mengalami demensia. Para peserta memakai alat pengukur cahaya di pergelangan tangan selama satu minggu, lalu kondisi kesehatannya dipantau selama sekitar 8 tahun. Selama periode tersebut, 741 peserta mengalami demensia.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan paparan cahaya terang setidaknya 42 menit per hari cenderung memiliki risiko demensia sekitar 17 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang mendapat paparan cahaya terang kurang dari 42 menit sehari. Temuan ini tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti usia, kebiasaan hidup, dan kondisi kesehatan.
Peneliti juga menemukan bahwa paparan cahaya terang termasuk salah satu faktor yang cukup kuat dalam memprediksi risiko demensia. Namun, hal ini tidak berarti kurang paparan cahaya terang terbukti menyebabkan demensia, atau bahwa pengaruhnya lebih besar daripada faktor lain seperti obesitas, konsumsi alkohol, atau cedera kepala. Penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara paparan cahaya terang dan risiko demensia, bukan hubungan sebab-akibat.
42 menit bukan batas aman atau target berjemur
Durasi 42 menit bukanlah target waktu yang harus dicapai setiap orang setiap hari. Angka tersebut berasal dari analisis data penelitian dan merujuk pada total paparan cahaya terang dengan intensitas minimal 5.000 lux dalam sehari. Paparan cahaya ini diukur menggunakan sensor yang dipakai di pergelangan tangan peserta, bukan dari lamanya mereka berjemur di bawah sinar matahari.
Cahaya terang pada siang hari membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengendalikan siklus tidur dan bangun. Hal ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa paparan cahaya terang dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah. Namun, penelitian ini belum membuktikan bahwa menambah paparan cahaya terang dapat mencegah demensia. Peneliti juga tidak menemukan hubungan yang jelas antara paparan cahaya pada malam hari dan risiko demensia.
Temuan studi belum bisa dijadikan strategi pencegahan demensia
Pengukuran cahaya hanya dilakukan selama satu minggu, sehingga belum tentu menggambarkan kebiasaan paparan cahaya seseorang dalam jangka panjang.
Selain itu, peserta berasal dari UK Biobank, yang menurut peneliti cenderung lebih sehat dan memiliki kondisi sosial ekonomi lebih baik daripada populasi umum. Para penulis juga menyebut ambang paparan ini perlu divalidasi pada kelompok masyarakat lain.
Karena itu, penelitian ini memberi petunjuk tentang kaitan antara cahaya terang pada siang hari dan demensia, bukan bukti bahwa berjemur selama 42 menit dapat mencegahnya. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan paparan cahaya benar-benar dapat memengaruhi risiko demensia.
Referensi
Nana Zheng et al., “Associations between Wearable-Device-Measured Daytime and Nighttime Light Exposures and Dementia Risk: A Prospective Cohort Study,” General Psychiatry 39, no. 3 (2026): e70039, https://doi.org/10.1002/gps3.70039.
ScienceDaily, “Less than 42 Minutes of Bright Daylight Linked to Higher Dementia Risk,” diakses 29 Oktober 2026.
Curated For You
- Wamenkes: Kasus Demensia Bisa Capai 4 Juta pada 205002 Oct 2026, 09:14 WIB
- Tingkat Demensia 2 Komunitas Terpencil di Amazon Ini Terendah di Dunia20 Sep 2026, 21:11 WIB
- Benarkah Asap Karhutla Bisa Meningkatkan Risiko Demensia?29 Aug 2026, 12:33 WIB