Apabila tujuan utama adalah menurunkan lemak sekaligus menjaga otot, susunan latihan berikut mungkin bisa membantu:
Pemanasan ringan.
Latihan beban dengan gerakan yang sesuai kemampuan.
Kardio intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan, bersepeda, atau berenang.
Pendinginan.
Jika tujuan utamanya meningkatkan kemampuan berlari, bersepeda, atau daya tahan jantung, kardio dapat dilakukan lebih dulu. Latihan beban kemudian menjadi bagian kedua dalam sesi tersebut.
Kalau kamu baru mulai berolahraga, tidak perlu langsung melakukan latihan intensitas tinggi. EASO merekomendasikan latihan intensitas tinggi hanya setelah risiko kardiovaskular dinilai dan, jika perlu, dilakukan dengan pengawasan tenaga profesional.
Jika ada nyeri lutut, penyakit jantung, tekanan darah yang belum terkontrol, diabetes, atau keluhan sesak saat beraktivitas, jenis dan intensitas latihan sebaiknya dibicarakan lebih dulu dengan dokter atau fisioterapis.
Intinya, urutan terbaik adalah urutan yang sesuai dengan tujuan, kondisi tubuh, dan bisa kamu lakukan secara konsisten. Bagi banyak orang dengan obesitas, menggabungkan latihan beban dan kardio secara bertahap lebih disarankan daripada mencari satu urutan yang dianggap paling sempurna.
Referensi
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses September 2026.
Jean-Michel Oppert et al., “Exercise Training in the Management of Overweight and Obesity in Adults: Synthesis of the Evidence and Recommendations from the European Association for the Study of Obesity Physical Activity Working Group,” Obesity Reviews 22, suppl. 4 (2021): e13273, https://doi.org/10.1111/obr.13273.
Zhen Li et al., “Impact of Sequence in Concurrent Training on Physical Activity, Body Composition, and Fitness in Obese Young Males: A 12-Week Randomized Controlled Trial,” Journal of Exercise Science & Fitness 23, no. 2 (2025): 112–121, https://doi.org/10.1016/j.jesf.2025.02.001.
Moritz Schumann et al., “Compatibility of Concurrent Aerobic and Strength Training for Skeletal Muscle Size and Function: An Updated Systematic Review and Meta-Analysis,” Sports Medicine 52, no. 3 (2022): 601–612, https://doi.org/10.1007/s40279-021-01587-7.