Lebih dari delapan dekade kemudian, DEG dan bahan kimia sejenis masih ditemukan dalam obat cair yang terkontaminasi. Zat ini dapat masuk ketika bahan baku seperti gliserin, propilena glikol, atau sorbitol yang tercemar, diganti dengan bahan yang lebih murah, atau tidak diuji dengan memadai.
Tinjauan ilmiah menemukan bahwa DEG telah terlibat dalam sedikitnya 12 kejadian keracunan massal akibat obat dalam kurun sekitar 70 tahun setelah tragedi 1937.
Pada Januari 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejumlah insiden sirup obat anak yang terkonfirmasi atau diduga mengandung DEG dan etilena glikol di sedikitnya tujuh negara. Kasus-kasus tersebut berkaitan dengan lebih dari 300 kematian, sebagian besar pada anak berusia di bawah 5 tahun.
WHO menekankan pentingnya penggunaan bahan baku kelas farmasi, pemeriksaan pemasok, pengujian bahan sebelum produksi, pengujian produk jadi, serta pencatatan distribusi agar obat yang tercemar dapat segera dilacak dan ditarik.
Bagi konsumen di Indonesia, obat sebaiknya dibeli dari apotek atau fasilitas kesehatan resmi. Periksa kondisi kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Status izin edar serta daftar obat sirop yang dicabut juga dapat diperiksa melalui situs Cek Produk BPOM.
Jika seseorang mengalami muntah, nyeri perut, penurunan jumlah urine, lemas berat, penurunan kesadaran, atau kejang setelah mengonsumsi obat yang dicurigai bermasalah, hentikan penggunaannya dan segera cari pertolongan medis. Bawa botol, kemasan, serta sisa obat agar tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi produk dan nomor betsnya.
Referensi
Carol Ballentine, “Sulfanilamide Disaster: Taste of Raspberries, Taste of Death—The 1937 Elixir Sulfanilamide Incident,” U.S. Food and Drug Administration, June 1981, diakses September 2026.
Mary F. Paine, “Therapeutic Disasters That Hastened Safety Testing of New Drugs,” Clinical Pharmacology & Therapeutics 101, no. 4 (2017): 430–34, https://doi.org/10.1002/cpt.613.
Leo J. Schep et al., “Diethylene Glycol Poisoning,” Clinical Toxicology 47, no. 6 (2009): 525–35, https://doi.org/10.1080/15563650903086444.
Paul M. Wax, “Elixirs, Diluents, and the Passage of the 1938 Federal Food, Drug and Cosmetic Act,” Annals of Internal Medicine 122, no. 6 (1995): 456–61, https://doi.org/10.7326/0003-4819-122-6-199503150-00009.
Joshua G. Schier et al., “Medication-Associated Diethylene Glycol Mass Poisoning: A Review and Discussion on the Origin of Contamination,” Journal of Public Health Policy 30, no. 2 (2009): 127–43, https://doi.org/10.1057/jphp.2009.2.
World Health Organization, “WHO Urges Action to Protect Children from Contaminated Medicines,” January 23, 2023, diakses September 2026.