Comscore Tracker

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!

Dalam banyak kasus, ini adalah pertanda buruk

Di pikiran kita, hubungan seksual seharusnya menimbulkan perasaan bahagia, nyaman, dan rileks pada tubuh. Namun, ada pula orang yang justru menangis setelah melakukannya.

Ternyata, menangis setelah bercinta merupakan hal yang cukup normal dan bisa terjadi pada siapa saja. Dalam artian, banyak orang yang mengalami hal ini. Survei tahun 2015 dari Women's Sexual Health menunjukkan bahwa 46 persen perempuan yang menjadi responden pernah mengalaminya. Studi lain menunjukkan bahwa 41 persen responden laki-laki juga pernah menangis setelah seks.

Dalam dunia medis, fenomena ini disebut sebagai postcoital disphoria. Mengutip Medical News Today, tangisan tersebut umumnya diiringi dengan berbagai macam perasaan. Mulai dari sedih, terganggu, hingga bahagia.

Penyebab dari poscoital disphoria bermacam-macam dan berbeda untuk setiap orang. Berikut ini beberapa di antaranya!

1. Tangisan bahagia

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!freepik.com/racool_studio

Sulit untuk memprediksi bagaimana tubuh bereaksi setelah berhubungan seksual. Apalagi jika kamu baru saja mengalami orgasme terhebat atau pengalaman unik lain yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. 

Perasaan yang intens tersebut bisa membuatmu emosional dan akhirnya menitikkan air mata. Dalam kata lain, kamu merasa bahagia hingga menangis. Hal ini sering terjadi ketika seks dilakukan dengan orang yang kita cintai. 

2. Menangis akibat faktor hormonal

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!unsplash.com/womanizer

Menangis juga bisa disebabkan oleh faktor hormonal. Umumnya, orgasme membuat tingkat hormon dopamin dan oksitosin melejit. Keduanya berperan dalam menciptakan perasaan bahagia.

Akan tetapi, pada kasus tertentu kedua hormon tersebut justru menurun drastis setelah orgasme. Hal tersebut akhirnya membuat kita merasa sedih dan hampa hingga menangis. 

3. Rasa sakit setelah berhubungan seksual

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!freepik.com/diana.grytsku

Menangis juga erat kaitannya dengan hubungan seksual yang menyakitkan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai dispareunia atau munculnya rasa sakit selama bercinta. Umumnya, perempuanlah yang mengalami hal ini. 

Ada beberapa penyebab dari rasa sakit tersebut. Berikut ini di antaranya:

  • Kurangnya proses lubrikasi;
  • Iritasi pada organ intim;
  • Infeksi vagina;
  • Infeksi saluran kencing;
  • Eksim di area organ intim;
  • Tegangnya otot vagina;
  • Penyakit radang panggul;
  • Efek samping menopause. 

4. Gangguan kecemasan

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!pexels.com/Alex Green

Menangis setelah berhubungan seksual juga bisa terjadi karena gangguan kecemasan. Hal ini sering kali dialami oleh seseorang yang memiliki sexual performance anxiety atau kecemasan akan performa seksualnya. 

Mereka umumnya khawatir tidak bisa memenuhi ekspektasi pasangan, cemas akan bentuk tubuh, ekspresi wajah, dan lain sebagainya. Ketika perasaan tersebut muncul ke permukaan, orang yang mengalaminya pun tertekan dan akhirnya menangis. 

Selain itu, gangguan kecemasan secara general juga bisa menyebabkan tangisan setelah bercinta. Rasa cemas tak harus tentang seks, bisa juga mengenai hubungan, pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya. Kekhawatiran dan stres yang menumpuk akan membuat seseorang banjir air mata. Apalagi seks sering kali membuat kita emosional dan rentan.

Baca Juga: 7 Hal yang Tak Boleh Dilakukan setelah Berhubungan Seksual

5. Depresi

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!health.com

Studi tahun 2019 dari Queensland University of Technology, Australia, menunjukkan bahwa depresi dan berbagai masalah psikologis lain berkaitan erat dengan postcoital disphoria. Kondisi tersebut memengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk seks. 

Depresi sulit untuk diidentifikasi. Namun, umumnya kondisi ini ditandai dengan kesedihan yang berkelanjutan, perasaan hampa, cemas, mudah marah, sulit tidur, dan hilangnya ketertarikan terhadap semua hal. Jika kamu atau pasanganmu mengalami hal ini, sebaiknya segeralah konsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

6. Ada masalah dalam hubungan

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!med-decisions.com

Walaupun tidak selalu seperti ini, menangis setelah bercinta juga bisa menjadi tanda dari adanya masalah dalam hubungan. Apalagi ketika hal itu dipendam sendiri dan tidak dikomunikasikan dengan pasangan. Akibatnya, rasa marah dan sedih yang menumpuk pun meluap setelah seks. 

Rentang masalah yang mungkin terjadi pun beragam. Mulai dari hilangnya rasa saling percaya, komunikasi yang buruk, masalah finansial, hingga tak terpenuhinya keinginan salah satu pihak dalam berhubungan seksual. 

7. Trauma

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!freepik.com/drobotdean

Seperti yang disinggung sebelumnya, seks dan orgasme secara umum dapat membuat seseorang berada dalam kondisi yang rentan, rapuh, atau terekspos. Sebab, pada momen tersebut kita memperlihatkan tubuh dalam kondisi telanjang di hadapan pasangan. 

Ini bukanlah hal yang mudah, terutama jika seseorang memiliki pengalaman buruk terkait seks, pelecehan, atau kekerasan di masa lalu. Jika ini adalah hal yang pernah kamu alami, komunikasikan pada pasangan dan jangan ragu untuk meminta pertolongan pada psikolog. 

Apa yang harus dilakukan?

Menangis Setelah Bercinta Apakah Normal? Berikut 7 Penyebabnya!healthline.com

Menangis setelah berhubungan seksual umumnya akan membuat suasana menjadi awkward. Namun, jika memang kamu merasa ingin menangis, tidak perlu ditahan, keluarkan saja. Setelahnya, beri tahu pasanganmu apa yang kamu rasakan saat itu. Jika memungkinkan, ceritakan pula apa penyebabnya. 

Sementara jika kamu adalah pihak yang menyaksikan pasangan menangis, berikan waktu pada mereka untuk menenangkan diri. Yakinkan bahwa kamu akan membantunya dan menemaninya apa pun yang terjadi.

Jangan paksa mereka untuk cerita, mendesak, atau balik memarahinya karena hal itu akan membuat situasi semakin buruk. Hal terburuk, jangan pernah memaksakan seks jika pasangan tidak siap atau menolaknya. 

Yang paling penting adalah komunikasi. Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan masalah ini setelah kondisi lebih baik. Jangan ragu untuk membicarakan tentang seks dan preferensi masing-masing jika itu adalah masalahnya. Suarakan pendapat dengan baik, hindari kritik yang tidak membangun. 

Jika memang ada masalah psikologis yang dihadapi oleh kamu atau pasangan, segeralah konsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Baca Juga: 10 Tanda Perubahan pada Tubuh Wanita saat Intim Berhubungan Seksual

Topic:

  • Izza Namira
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya